Tampilkan postingan dengan label a. Makalah Ilmu Psikologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label a. Makalah Ilmu Psikologi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 Oktober 2008

Perencanaan Sumber Daya Manusia (Manajemen Sumber Daya Manusia)

Perencanaan Sumber Daya Manusia (Manajemen Sumber Daya Manusia)

A. Arti Penting Sumber Daya Manusia

Sumber daya manusia adalah kemampuan terpadu dari daya pikir dan daya fisik yang memiliki individu. Perilaku dan sifatnya ditentukan oleh keturunan dan lingkunganya,sedangkan prestasi kerjanya ditentukan oleh keinginan untuk memenuhi kepuasannya.

D.Yung membedakan manusia menjadi dua golongan menurut arah perhatiannya, yaitu :
1). Tipe introversi,jika perhatiannya terutama diarahkan ke dalam dirinya sendiri. Orang-orang ini disebut introvert dengan ciri-ciri egoistis,senang menyendiri, Pendiam,kurang bergaul,dan selalu mengutamakan kepentingan pribadinya diatas kepentingan umum.
2). Tipe extroverse,jika perhatiannya terutama ditunjukan ke sekelilingnya. Orang tipe ini disebut exstrovert yang ciri-cirinya berhati terbuka,gembira, ramah-tamah dalam pergaulan, sosia, dan menempatkan kepentingan umum diatas kepentingan pribadinya.
3). Tipe ambiverse adalah orang-orang yang berada di antara exstrovert dan intro-vert.

Dr.Toshitaka Noi, mengemukakan bahwa golongan darah mengungkapkan sifat manusia sebagai berikut:
a). Golongan darah A bisa dipercaya.
b). Golongan darah B lebih lembut.
c). Golongan darah AB emosional.
d). Golongan darash O berbakat pemimpin.

Douglas Mc Gregor membedakan manusia dengan;
a). Teori X
b). teori Y

=> Teori kepibadian
a) Teori sifat (Traitest Theory)
b) Teori Psikodinamis (Psyhodynamic Theory) oleh freud.
c) Teori Humanistis (Humanistic Theory) oleh Carl Roger.


B. Pendekatan SDM

Sumber daya manusia adalah kemampuan terpadu dari daya pikir dan daya fisik yang dimiliki tiap individu. Pendekatanm SDM dibedakan atas pendekatan mikro(Penganalisaan dan pengkajian sumberdaya manusia dari ruang lingkup yang lebuh sempit dalam perusahaan.) dan pendekatan makro(SDM dikaji dan dianalisis secara luas dan menyeluruh, baik secara masional maupun internasional).

Tenaga kerja adalah orang-orang/SDM yang telah dapat memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan dalam Undang-Undang perburuhan dinegarabersangkutan. Tenaga kerja dikelompokkan atas pengusaha, karyawan, dan penganggur.

Pengusaha adalah orang-orang yang memiliki perusahaan dengan menginvestasikan kekekayaannya, dan pendapatannya berasal dari laba perusahaan.

Karyawan adalah orang-orang penjual jasa dan pendapatannya merupakan kompensasi yang besarnya telah diketahui terlebih dahulu. Karyawan terdiri dari Manajeriak dan operasional.

Manajerial adalah orang-orang yang mempunyai bawahan sehingga sebagian dari pekerjaan dapat didelegasikan kepada bawahannya untuk dikerjakan.

Operasional adalah orang –orang yang harus mengerjakan sendiri pekerjaan yang didelegasikan kepadanya.

Penganggur adalah orang-orang yang tidak punya pekerjaan dan penghasilan. Jadi kebutuhaannya menjadi beban orang yang bekerja.[1]


C. Perencanaan SDM

Perencanaan SDM adalah proses mengambil keputusan, yang diartikan sebagai rangkaian kegiatan memilih alternative untuk dilaksanakan dalam rangka mencapai satu atau beberapatujuan. [2] Perencanaan Sumber Daya Manusia atau Human Recources Planning Disingkat PSDM merupakan fungsi pertama dan utama dari manajemen sumber daya manusia. Perencanaan merupakan masalah memilih, yaitu memilih tujuan dan cara terbaik untuk mencapai tujuan tersebut dari beberapa alternatif yang ada, tanpa alternatif yang ada, tanpa alternatif, perencanaan pun tidak ada.

Perencanaan adalah memilih dan menghubungkan fakta dan membuat serta menggunakan asumsi-asumsi mengenai masa yang akan datang dengan jalan menggambarkan dan merumuskan kegiatan-kegiatan yang diperlukan untuk mencapai hasil yang diinginkan.

Perencanaan Sumber daya manusia adalah merencanakan tenaga kerja agar sesuai dengan kebutuhan perusahaan serta efektif dan efisien dalam membantu terwujudnya tujuan (Drs. Malayu S.P. Hasibuan 1990)

Tujuan perencanaan SDM
1) Untuk menentukan kualitas dan kuantitas karyawan akan mengisi semua jabatan dalam perusahaan
2) Untuk menjamin tersedianya tenaga kerja masa kini maupun masa depan, sehingga setiap pekerjaan ada yang mengerjakannya.
3) Untuk menghindari terjadinya mismanajemen dan tumpang tindih dalam pelaksanaan tugas.
4) Untuk mempermudah koordinasi, integrasi dan sinkronisasi(KIS) sehingga produktifitas kerja meningkat.
5) Untuk menghindari kekurangan dan atau kelebihan karyawan.
6) Untuk menjadi pedoman dalam menetapkan program penarikan, seleksi. Pengembangan, kompensasi, pengintegrasian, pemeliharaan, kedisiplinan, dan pemberhentian karyawan.
7) Menjadi pedoman dalam melaksanakan mutasi(vertikal atau horizontal) dan pensiunan karyawan.
8) Menjadi dasar dalam melakukan penelitian karyawan.


D. Metode, Informasi, dan Peramalan PSDM

Metode PSDM

Metode PSDM, dikenal atas metode nonilmiyah dan metode ilmiyah. Metode nonilmiyah dartikan vahwa perencanaan SDM hanya didasarkan atas pengalaman, imajinaso, dan perkiraaan-perkiraan dari perencanaannya saja. Rencana SDM semacam ini risikonya cukup besar, misalnya kualitas dan kuantitas tenaga kerja tidak sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Akibatnya, timbul mismanajemen dan pemborosan yang merugikan perusahaan.

Metode ilmiyah diartikan bahwa perencanaan SDM dilakukan berdasarkan atas hasil analisis dari data, informasi, dan peramalan-peramalan (forecasting) dari perencanaannya. Rencana SDM semacam ini risikonya relatif lebih kecil karena segala sesuatunya diperhitungkan terlebih dahulu. Pada metode ilmiyah ini, data dan informasinya harus akurat, serta analisis yang benar. Data adalah kejadian-kejadian nyata pada masa lampau, baik data sekunder maupun data primer. Informasi adalah hasil proses data serta memberikan indormatif kepada penerimanya.

Perencanaan SDM baru dapat dilakukan denganbaik dan benar jika Informasi tentang job analysis, organisasi dan situasi persediaan tenaga kerja diperoleh.

Job analisi memberikan informasi tentang aktifitas pekerjanya, standar pekerjaan, konteks pekerjaan, persyaratan personalia, perilaku manusia, dan alat-alat yang dipergunakan.
Job description memberikan informasi tentang tugas-tugas dan tanggung jawab seorang pejabat pada suatu jabatan.
Job specification memberikan informasi tentang kualifikasi-kualifikasi SDM yang akan menjabat suatu jabatan.
Job evaluation memberikan informasi mengenai berat ringannya pekerjaan, resiko pekerjaan dan gaji jabatan.
Job enrichment memberikan informasi untuk memperkaya pekerjaan pada suatu jabatan tertentu yang sifatnya vertical
Job enlargement memberikan informasi untuk memperkaya jenis pekerjaan yang sifatnya horizontal

Work simplification memberikan informasi untuk spesialisasi pekerjaan karena pekembangan perusahaan.


E. Perencanaan Prosedur dan Rencana SDM

Perencana (Planner) adalah orang, baik individu maupun kelompok, yang memproses perencanaan (Planning) yang hasilnya menjadi rencana (Plan).

Syarat-syarat perencanaan SDM
1) Harus mengetahui secara jelas masalah yang akan di rencanakan
2) Harus mampu mengumpulkan dan menganalisis informasi tentang SDM.
3) Harus mempunyai pengetahuan yang luas tentang
4) Harus mampu membaca situasi SDM masa kini dan masa mendatang
5) Mampu memperkirakan peningkatan SDM
6) Mengetahui secara luas peraturan dan kebijaksanan perburuhan pemerintah .

prosedur perencaan SDM
1. Menetapkan secara jelas kuantitas SDM yang dibutuhkan .
2. Mengumpulkan data dan informasi tentang SDM
3. Mengelompokkan data dan informasi serta menganalisisnya
4. Menetapkan beberapa alternatif
5. Memilih yang terbratan aik dari alternatif yang ada menjadi rencana
6. Menginformasikan rencana kepada para karyawan untuk direalisasikan


F. Perencanaan Fungsi-Fungsi MSDM

Manajemen Sumber Daya Manusia oleh para penulis dibagi atas beberapa fungsi dengan tujuan sebagai berikut.
a) Analisis pembahasannya lebih sistematis, teratur, dan baik sehingga mudah dipahami.
b) Menjadi pedoman bagi manajer dalam melaksanakan langkah-langkah kepemimpinannya dibidang sumber daya manusia. [3]


------------
1. Drs. H. Malayu S. P. Hasibuan, Manajemen Sumber Daya manusia, PT Bumi Aksara, Jakart:2007, Cet. 9, hal. 284
2. H. hadari Nawawi, Perencanaan SDM untuk organisasi profit yang kompetitif,Gadjah Mada University Press, Yogyakarta:2003, hal.184
3. Drs. H. Malayu S. P. Hasibuan, Manajemen Sumber Daya manusia, PT Bumi Aksara, Jakart:2007, Cet. 9, hal. 256.

Sabtu, 27 September 2008

Pengertian Psikologi

Dilihat dari segi etimologis, psikologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu psyche yang artinya jiwa dan logos yang artinya ilmu pengetahuan. Dengan demikian psikologi dapat diartikan “ilmu yang mempelajari tentang jiwa”. Sebenarnya terjemahan tersebut kurang tepat jika bertitik tolak dari pandangan dualisme manusia, yang menganggap bahwa manusia itu terdiri dari dua dimensi yaitu jasmani dan rohani, seolah-olah kalau kita mendengar kata ilmu jiwa, maka yang terbayang pada kita bahwa yang dpelajari oleh ilmu itu adalah sesuatu yang tidak kelihatan, abstrak, yang berada dalam diri manusia atau makhluk hidup lainnya. Segala sesuatu yang bersifat jasmaniah pada diri manusia tidak dianggap sebagai suatu masalah.

Penyelidikan psikologi ialah mengenai segala sesuatu yang dapat memberikan jawaban tentang apa sebenarnya manusia itu, mengapa ia berbuat atau berlaku demikian, apa yang mendorongnya berbuat demikian, apa maksud dan tujuan berbuat demikian. Dengan singkat dapaat kita katakan bahwa psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dalam arti luas. Tingkah laku yang dimaksud adalah mencakup segala kegiatan, tindakan, perbuatan manusia baik yang tampak maupun yang tidak tampak, yang disadari atau yang tidak disadari. Termasuk di dalamnya seperti cara ia berbicara, berjalan, berfikir, mengambil keputusan, cara melakukan sesuatu, cara bereaksi terhadap sesuatu yang datang dari luar dirinya, maupun dari dalam dirinya. Dengan kata lain bagaimana cara manusia itu berintegrasi dengan dunia luar atau lingkungannya. Perlu diketahui bahwa study tentang tingkah laku tersebut bukanlah semata-mata ditujukan kepada tingkah laku manusia, tapi juga tingkah laku hewan seperti: simpanse, anjing, termasuk organisme hidup lainnya.

Pandangan mengenai tingkah laku itu kemudian secara garis besar dapat dibagi menjadi dua aliran atau dua golongan, yaitu:

Aliran atau paham psikoanalisa yang dalam uraiannya mengenai tingkah laku itu banyak menitik beratkan kepada aspek-aspek ketidak sadaran. Aliran ini dipelopori oleh Sigmund Freud, 1909.
Aliran atau paham Behaviorisme yang lebih menitik beratkan uraiannya kepada aspek yang objektif yang dapat diamati pada tingkah laku lahiriah. Aliran atau paham ini dipelopori oleh J.B. Watson dan kemudian berkembang pertama di Amerika Serikat. J.B. Watson hidup pada sekitar 1878-1958.
Tujuan Mempelajari Psikologi adalah untuk menjadikan manusia supaya hidupnya baik, bahagia dan sempurna, karena psikologi sampai sekarang ini telah memasuki bidang-bidang yang cukuk luas.

Hubungan Psikologi Dengan Ilmu Lain
Psikologi pada awalnya merupakan bagian dari filsafat, akan tetapi karena disadari bahwa filsafat sebgai satu-satunya ilmu kurang dapat memnuhi kebutuhan manusia. Akhirnya psikologi memisahkan diri dan berdiri sendiri sebagai ilmu yang mandiri. Hal ini merupakan jasa dari Wilhelm Wundt, yang mendirikan laboratorium psikologi yang pertama pada tahun 1879, untuk menyelidiki peristiwa-peristiwa kejiwaan secara eksperimental.

Seperti yang telah diterangkan di atas, bahwa psikologi merupakan ilmu yang telah mandiri. Namun demikian, tidak boleh dipandang bahwa psikologi itu sama sekali tidak lepas dari ilmu-ilmu yang lain. Psikologi masih mempunyai hubungan dengan ilmu yang lain. Psikologi sebagai ilmu yang meneropong atau mempelajari keadaan manusia, sudah barang tentu psikologi mempunyai hubungan dengan ilmu-ilmu lain yang sama-sama mempelajari tentang keadaan manusia. Hal ini akan memberi gambaran bahwa manusia sebagai makhluk hidup tidak hanya dipelajari oleh psikologi saja, tetapi juga dipelajari oleh ilmu lainnya. Manusia sebagai makhluk berbudaya maka psikologi akan berhubungan dengan ilmu-ilmu kebudayaan, filsafat dan antropologi.

Ruang Lingkup Psikologi
Seperti yang telah dikemukakan diatas, psikologi dilihat dari segi objeknya, psikologi dapat dibedakan dalam dua golongan besar yaitu:
a). Psikologi yang menyelidiki dan mempelajari manusia
b). Psikologi yang menyelidiki dan mempelajari hewan

Dalam tulisan ini tidak akan membicarakan psikologi yang membicarakan tentang hewan, tapi akan membicarakan psikologi yang berobjekkan manusia. Secara garis besar psikologi dapat dibedakan dalam menjadi psikologi umum dan khusus. Psikologi umum ialah psikologi yang menyelidiki dan mempelajari kegiatan-kegiatan atau aktifitas-aktifitas manusia yang tercermin dalam tingkah laku pada umumnya, yang dewasa, yang normal, dan yang berkultur. Psikologi umum memandang manusia seakan-akan terlepas dalam hubungan dengan manusia lain. Psikologi khusus adalah psikologi yang menyelidiki dan mempelajari segi-segi kekhususan dari aktivitas manusia. Psikologi khusus bermacam-macam yaitu:

- Psikologi Perkembangan, yang mempelajari perkembangan psikis manusia dari masa bayi sampai tua.
- Psikologi sosial, khusus mempelajari tingkah laku manusia dalam hubungannya dengan situasi sosial
- Psikologi pendidikan, khusus mempelajari tingkah laku manusia dalam hubungannya dengan dunia pendidikan.
- Psikologi kepribadian, khusus mempelajari dan menguraikan tentang pribadi manusia, beserta tipe-tipe kepribadiannya.
- Psikopatologi, khusus mempelajari tingkah laku manusia mengenai keadaan psikis yang tidak normal.
- Psikologi kriminal, khusus mempelajari tingkah laku manusia dalam hubungannya dengan kejahatan.
- Psikologi perusahaan, khusus mempelajari tingkah laku manusia dalam hubungannya dengan dunia perusahaan

Metode-Metode Dalam Psikologi
Metode yang pertama digunakan dalam lapangan penelitian psikologi adalah Spekulasi. Akan tetapi akibat perkembangan ilmu pengetahuan pada umumnya serta, psikologi khususnya, akhirnyaa metode ini ditinggalkandan dirintislah metode baruyang didasarkan pada pengalaman-pengalaman atau empirik.

Penentuan metode merupakan hal yang penting setelah penentuan objek yang akan dipelajari. Dari segi metode akan terlihat ilmiah tidaknya suatu penyelidikan. Secara garis besar metode yang digunakan dibedakan atas dua bagian yakni: metode longitudinal dan crossectional. Tetapi selain metode diatas, penyelidikan psikologi menggunakan juga metode eksperimental dan non eksperimental.

Manusia Dan Perkembangannya
Manusia merupakan makhluk yang paling sempurnabila dibandingkan dengan makhluk lainnya. Akibat dari unsur kehidupan yang ada pada manusia, manusia berkembang dan mengalami perubahan-perubahan, baik perubahan dalam segi psikologis maupun fisiologis. Banyak sekali faktor yang mempengaruhi perkembangan manusia sehingga menimbulkan banyak versi pendapat dari para ahli, sehingga pendapat itu melahirkan bermacam-macam teori mengenai perkembangan manusia. Adapun teori-teori perkembangan tersebut adalah:

1. Teori Nativisme, dalam teori ini perkembangan manusia akan ditentukan oleh faktor nativus(keturunan) yang merupakan faktor yang dibawa oleh individu waktu lahir. Menurut teori ini manusia telah ditentukan karakternya oleh sifat-sifat ketika ia dilahirkan. Teori ini dikemukakan oleh Schopenhour 1950.

2. Teori Empiris dalam teori ini perkembangan manusia akan ditentukan oleh empiri (pengalaman) selama perkembangan individunya. Teori ini sering dikenal dengan nama Teori Tabularasa yang dipelopori oleh John Locke.

3. Teori Konvergensi, teori ini merupakan gabungan dari dua teori diatas. Dalam teori ini megemukakan nativus dan empiris merupakan hal yang saling mendukung dalam perkembangan inidividu. Teori ini dikemukakan oleh William stern.

Dari ketiga teori di atas dapat diambil kesimpulan bahwa perkembangan individu ditentukan oleh faktor endogen dan faktor eksogen. Faktor endogen adalah faktor yang dibawa individu dari dalam kandunngan sampai kelahiran. Bisa disebut juga faktor bawaan atau faktor keturunan. Sedangkan faktor eksogen adalah merupakan faktor yang datang dari luar individu, pengalaman, alam sekitar, pendidikan.

Hubungan Individu Dengan Lingkungannya
Telah dikemukakan dalam teori konvergensi bahwa lingkungan mempunyai peranan .penting dalam membentuk karakter individu dan pada umumnya teori ini menunjukan kebenaran. Secara garis besar lingkungan terbagi menjadi dua bagian yaitu: Lingkungan Fisik, lingkungan yang berupa alam. Lingkungan sosial, lingkungan masyarakat dimana individu dapat berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

Peristiwa Kejiwaan
Dalam psikologi umum dikenal beberapa gejala kejiwaan. Diantaranya: Pengamatan, perhatian, tanggapan, fantasi.

Pengamatan adalah suatu peristiwa jiwa yang merupakan hasil daripada kegiatan indera kita setelah bersentuhan dengan stimulus yang ada disekitarnya. Seperti contoh mendengar sesuatu, melihat sesuatu, merasakan bau dan lain sebagainya. Beberapa syarat terjadinya pengamatan:
a). Adanya objek
a). Alat indera yang cukup baik sebagai alat untuk menangkap stimulus
a). Untuk mengadakan atau menyadari pengamatan diperlukan adanya “perhatian”

Secara tidak langsung pengamatan tergantung faktor berikut, yakni:
a). Faktor Fisis, jenis dan kekuatan perangsang
a). Faktor Fisiologis, cara bekerja alat indera, urat syaraf dan bagian tertentu daripada fungsi otak
a). Faktor Psikologis, kepribadian kita, perasaan kita, akal kita, fantasi kita, pandangan kita terhadap perangsang itu dan situasi tertentu dimana kita berada.

Perhatian adalah pemusatan konsentrasi dari seluruh aktifitas individu yang ditujukan kepada suatu objek atau sekumpulan objek-objek. Perhatian dibagi menjadi tiga bagian yaitu:
a). Perhatian Spontan, bila kita senang terhadap sesuatu, perhatian kita akan tercurah secara spontan.
a). Perhatian Konsentratif, perhatian terhadap suatu hal saja
a). Perhatian sembarangan, perhatian yang tidak tetap
a). Beberapa hal untuk mengatasi gangguan perhatian
a). Memperkuat motivasi
a). Memperkuat usaha dalam menjalankan suatu tugas
a). Membiasakan diri dalam membentuk in-attention terhadap gangguan perhatian.

Tanggapan adalah membayangkan kembali gambaran-gambaran yang terjadi pada waktu pengamatan (representasi). Tanggapan terbagi menjadi tiga bagian:
Menurut alat indera yang berperan dalam waktu mengamati
Menurut terjadinya, ada tanggapan ingatan dan tanggapan fantasi
Menurut terikatnya, ada tanggapan benda, ada tanggapan kata.

Fantasi adalah membentuk tanggapan baru berdasarkan tanggapan yang terjadi. Fantasi sebagai kemampuan jiwa manusia terjadi secara disadari dan tidak disadari. Dilihat dari caranya fantasidapat dibedakan kepada:
a). Fantasi yang mengabstrakhir, cara berfantasi dengan mengabstraksikan beberapa bagian.
a). Fantasi yang mendeterminir, cara berfantasi dengan mendeterminir terlebih dahulu.
a). Fantasi yang mengombinir, cara berfantasi dengan mengombinasikan pengertian-pengertian atau bayangan-bayanganyang ada pada individu yang bersangkutan.

Perasaan adalah termasuk salah satu gejala jiwa yang dimiliki oleh setiap orang, akan tetapi corak dan tingkatannya pada masing-masing individu berbeda-beda. Dengan demikian dapat diartikan bahwa perasaan adalah peristiwa kejiwaan yang kita alami dengan senang atau tidak senang dalam hubungannya dengan peristiwa mengenal dn bersifat subjektif.

Berfikir
Berfikir merupakan khazanah Tuhanyang hanya diberikan kepada manusia. Pengertian berfikir yakni, satu keaktifan pribadi manusia yang mengakibatkan penemuan yang terarah kepada suatu tujuan. Ciri utama dalam berfkikir adanya abstraksi. Abstrksi dalam hal ini berarti anggapan lepas atau relasi dari suatu benda, kejadian-kejadian sesuatu, situasi-situasi yang dihadapai sebagai kenyataan.
a). Tingkatan berfikir manusia terbagi menjadi 3 bagian yaitu,
a). Tingkatan Konkret
a). Tingkatan Skematis
a). Tingkatan Abstrak

Beberapa cara berfikir
Berfikir Induktif, suatu proses dalam berfikir yang berlangsung dari hal-hal yang khusus menjadi umum.
Berfikir Deduktif, suatu proses dalam berfikir yang berlangsung dari hal-hal yang umum menjadi khusus.
Berfikir Analogis, berfikir dengan jalan menyamakan atau membandingkan fenomena yang pernah ada atau fenomena yang pernah dialami.
Hambatan Dalam Proses Berfikir
Data atau fakta yang kurang sempurna, sehingga masih banyak data yang harus diperoleh
Data yang ada dalam keadaan confuse, data yang satu bertentangan dengan data yang lain.

Ingatan
Ingatan merupakan kemampuan untuk menerima atau memasukan, menyimpan dan mengeluarkan kembali pengalaman yang telah lalu.
Beberapa ahli mendefinisikan tentang ingatan
Kohnstamm, ingatan adalah semua macam pekerjaan jiwa yang berhubungan didalamwaktu
W. Stern, ingatan sebagai hubungan pengalaman dengan masa lampau.

Lupa
Dalam psikologi lupa merupakan peristiwa kejiwaaan yang dianggap negatif, sedangkan ingat merupakan hal yang positif dariingatan seseorang.

Kepribadian
Pengertian kepribadian secara etimologi, berarti topeng yang dipakai dalam sandiwara atau drama Yunani. Perkataan persona (Romawi) adalah perkataan yang mempunyai persamaan dengan perkataan prasapon (Yunani). Tetapi di antara para ahli ada yang menganggap istilah persona itu langsung berasal dari perkataan prasappon. Ada beberapa perkataan lain yang berhubungan dengan kata persona, misalnya kata parisona (arround the body) dan persun ( head of face). Beberapa ahli beranggapa bahwa asal kata-kata itu ialah dari bahasa latin perseuna (self containing).

Kebanyakan para ahli menyatakan bahwa perkataan persona berasal dari bahasa Latin yaitu per-sonare (to sound through). Kesimpulan para ahli, arti kata persona itu ialah topeng, yang dipakai di dalam sandiwara atau drama. Kemudian perkataan itu bertambah jelas dalam uraian Cicero (106-43 SM) yang secara rinci membedakan 4 pengertian perkataan persona sebagai berikut:
Perwujudan lahiriah seseorang (sekalipun belum tentu menggambarkan keadaan yang sebenarnya).
Peranan seseorang dalam kehidupannya (misalnya; sebagai filosof)
Kesesuaian kemampuan seseorang dengan lapangan pekerjaannya.
Kekhususan dan martabat seseorang (seperti misalnya dalam gaya tulisan).
Pengertian pertama mempunyai hubungan denganpengertian asal kata itu, yakni topeng; pengertian kedua tentang status seseorang di dalam kehidupan; arti ke tiga terutama menunjukkan kualitas psikis, atau pembawaan yang dimiliki seseorang; dan pengertian ke empat menunjukkan kekhususan dan martabat seseorang.
Berkaitan dengan beberapa pengertian di atas, maka personaliti dapat didefinisikan antara lain sebagai berikut:
Perwujudan lahiriah.
Watak atau peranan yang dimainkan dalam suatu drama
Sifat-sifat khusus yang dimiliki seseorang.
Prestise dan martabat.
Warga negara yang bebas
Dalam bahasa latin klasik personaliti berarti seseorang yang mewaili suatu kelompok atau lembaga. Dari pengertian inilah kemudian timbul istilah latin ”persona non grata”.
Tokoh penting yang memiliki prestise dan martabat, dikenal dengan istilah “personages”.

Perkembangan Psikologi Remaja

Remaja merupakan masa peralihan antara masa anak dan masa dewasa yang berjalan antara umur 12 tahun sampai 21 tahun.

Setiap tahap usia manusia pasti ada tugas-tugas perkembangan yang harus dilalui. Bila seseorang gagal melalui tugas perkembangan pada usia yang sebenarnya maka pada tahap perkembangan berikutnya akan terjadi masalah pada diri seseorang tersebut. Untuk mengenal kepribadian remaja perlu diketahui tugas-tugas perkembangannya. Tugas-tugas perkembangan tersebut antara lain:

Remaja dapat menerima keadaan fisiknya dan dapat memanfaatkannya secara efektif
Sebagian besar remaja tidak dapat menerima keadaan fisiknya. Hal tersebut terlihat dari penampilan remaja yang cenderung meniru penampilan orang lain atau tokoh tertentu. Misalnya si Ani merasa kulitnya tidak putih seperti bintang film, maka Ani akan berusaha sekuat tenaga untuk memutihkan kulitnya. Perilaku Ani yang demikian tentu menimbulkan masalah bagi dirinya sendiri dan orang lain. Mungkin Ani akan selalu menolak bila diajak ke pesta oleh temannya sehingga lama-kelamaan Ani tidak memiliki teman, dan sebagainya.

Remaja dapat memperoleh kebebasan emosional dari orangtua
Usaha remaja untuk memperoleh kebebasan emosional sering disertai perilaku "pemberontakan" dan melawan keinginan orangtua. Bila tugas perkembangan ini sering menimbulkan pertentangan dalam keluarga dan tidak dapat diselesaikan di rumah , maka remaja akan mencari jalan keluar dan ketenangan di luar rumah. Tentu saja hal tersebut akan membuat remaja memiliki kebebasan emosional dari luar orangtua sehingga remaja justru lebih percaya pada teman-temannya yang senasib dengannya. Jika orangtua tidak menyadari akan pentingnya tugas perkembangan ini, maka remaja Anda dalam kesulitan besar.

Remaja mampu bergaul lebih matang dengan kedua jenis kelamin
Pada masa remaja, remaja sudah seharusnya menyadari akan pentingnya pergaulan. Remaja yang menyadari akan tugas perkembangan yang harus dilaluinya adalah mampu bergaul dengan kedua jenis kelamin maka termasuk remaja yang sukses memasuki tahap perkembangan ini. Ada sebagaian besar remaja yang tetap tidak berani bergaul dengan lawan jenisnya sampai akhir usia remaja. Hal tersebut menunjukkan adanya ketidakmatangan dalam tugas perkembangan remaja tersebut.

Mengetahui dan menerima kemampuan sendiri
Banyak remaja yang belum mengetahui kemampuannya. Bila remaja ditanya mengenai kelebihan dan kekurangannya pasti mereka akan lebih cepat menjawab tentang kekurangan yang dimilikinya dibandingkan dengan kelebihan yang dimilikinya. Hal tersebut menunjukkan bahwa remaja tersebut belum mengenal kemampuan dirinya sendiri. Bila hal tersebut tidak diselesaikan pada masa remaja ini tentu saja akan menjadi masalah untuk tugas perkembangan selanjutnya (masa dewasa atau bahkan sampai tua sekalipun).

Memperkuat penguasaan diri atas dasar skala nilai dan norma
Skala nilai dan norma biasanya diperoleh remaja melalui proses identifikasi dengan orang yang dikaguminya terutama dari tokoh masyarakat maupun dari bintang-bintang yang dikaguminya. Dari skala nilai dan norma yang diperolehnya akan membentuk suatu konsep mengenai harus menjadi seperti siapakah "aku" ?, sehingga hal tersebut dijadikan pegangan dalam mengendalikan gejolak dorongan dalam dirinya.

Selain tugas-tugas perkembangan, kita juga harus mengenal ciri-ciri khusus pada remaja, antara lain:
• Pertumbuhan Fisik yang sangat Cepat
• Emosinya tidak stabil
• Perkembangan Seksual sangat menonjol
• Cara berfikirnya bersifat kausalitas (hukum sebab akibat)
• Terikat erat dengan kelompoknya
Secara teoritis beberapa tokoh psikologi mengemukakan tentang batas-batas umur remaja, tetapi dari sekian banyak tokoh yang mengemukakan tidak dapat menjelaskan secara pasti tentang batasan usia remaja karena masa remaja ini adalah masa peralihan. Dari kesimpulan yang diperoleh maka masa remaja dapat dibagi dalam 2 periode yaitu:
1. Periode Masa Puber usia 12-18 tahun
a. Masa Pra Pubertas: peralihan dari akhir masa kanak-kanak ke masa awal pubertas. Cirinya:
• Anak tidak suka diperlakukan seperti anak kecil lagi
• Anak mulai bersikap kritis
b. Masa Pubertas usia 14-16 tahun: masa remaja awal. Cirinya:
• Mulai cemas dan bingung tentang perubahan fisiknya
• Memperhatikan penampilan
• Sikapnya tidak menentu/plin-plan
• Suka berkelompok dengan teman sebaya dan senasib
c. Masa Akhir Pubertas usia 17-18 tahun: peralihan dari masa pubertas ke masa adolesen. Cirinya:
• Pertumbuhan fisik sudah mulai matang tetapi kedewasaan psikologisnya belum tercapai sepenuhnya
• Proses kedewasaan jasmaniah pada remaja putri lebih awal dari remaja pria
2. Periode Remaja Adolesen usia 19-21 tahun
Merupakan masa akhir remaja. Beberapa sifat penting pada masa ini adalah:
• perhatiannya tertutup pada hal-hal realistis
• mulai menyadari akan realitas
• sikapnya mulai jelas tentang hidup
• mulai nampak bakat dan minatnya
Dengan mengetahui tugas perkembangan dan ciri-ciri usia remaja diharapkan para orangtua, pendidik dan remaja itu sendiri memahami hal-hal yang harus dilalui pada masa remaja ini sehingga bila remaja diarahkan dan dapat melalui masa remaja ini dengan baik maka pada masa selanjutnya remaja akan tumbuh sehat kepribadian dan jiwanya./

sumber :www.iqeq.web.id/

Rabu, 24 September 2008

Kesehatan Mental "Ilmu Psikologi/Materi BK Pendidikan"

BAB I
PENDAHULUAN
Kondisi sekolah pada masa sekarang banyak yang tidak memenuhi
persyaratan, sehingga menyebabkan timbulnya kesulitan-kesulitan batin dan macammacam
konflik pada anak. Berjam-jam lamanya setiap hari anak harus melakukan
aktifitas yang tertekan. Sekolah-sekolah lebih banyak berfungsi sebagai sekolah
dengar daripada sekolah aktif.
Kurikulum yang ada pada umumnya ditunjukkan bagi tipe-tipe anak yang
superior dan anak yang mempunyai kepandaian rata-rata, belum ada pengkhususan
pada anak yang genius dan yang lemah ingatan (mental retarted). Materi sekolah dan
kurikulum sering kali tidak sesuai atau tidak mencukupi kebutuhan si anak bagi
proses belajarnya. Materi tersebut bersifat dangkal dan tidak menarik minat anak.
Bangunan sekolah banyak yang tidak memenuhi persyaratan, tanapa halaman
bermain yang cukup luas. Waktu istirahat tidak cukup bagi anak.
Ada banyak guru yang kurang simpatik dan kurang memiliki dedikasi pada
profesinya. Bahkan tidak sedikit guru yang mengkomersialisasikan /
memperdagangkan jabatannya pada zaman modern sekarang ini.
Iklim yang korup ada juga melanda dunia pendidikan. Ini dibuktikan dengan
gejala antara lain :
Guru sering datang tidak teratur
Lebih banyak mengobyek di luar sekolah
Adanya guru yang sering absen Sehingga murid-murid sering tinggal di kelas resah dan kacau atau kemana-mana
tanpa alasan
Sikap guru bayak yang masa bodoh
Asal sudah mengoperkan bahan pelajaran
Tidak menghiraukan pribadi anak didiknya.
Semua faktor itu menyebabkan anak-anak tidak / kurang menyukai gurunya,
dan tidak suka tinggal di sekolah. Mereka merasa sangat terpaksa tinggal di dalam
kelas, karena takut terhadap kemarahan orang tua. Mereka lebih suka membolos dan
menjadi pemuda jalanan, bebas berkeliaran bagaikan burung di awan-awan. Anakanak menjadi jemu di kelas, sering menjadi kecewa dan mengalami banyak frustasi.
Di satu pihak harus patuh pada ayah bunda dengan jalan bersekolah secara teratur.
Akan tetapi di pihak lain mereka harus patuh pada ayah bunda dengan jalan sekolah
teratur dan dengan disiplin tinggi. Akan tetapi di pihak lain mereka tidak menemukan
kegairahan tinggal dalam kelas. Sehingga mereka mengalami banyak konflik-konflik
batin. Baru timbullah bermacam-macam emosional, ganguan intelektual dan
gangguan mental.



MEMORI "ILMU PSIKOLOGI"

PENDAHULUAN
Ingatan merupakan alih bahasa dari memory. Karena itu disamping ada yang menggunakan ingatan ada pula yang menggunakan istilah memori sesuai dengan ucapan memory. Namun hal tersebut kiranya bukan merupakan hal yang serius. Ingatan memberikan bermacam-macam arti bagi para ahli. Pada umumnya bagi para ahli memandang ingatan sebagai hubungan antara pengalaman dengan masa lampau. Dengan adanya kemampuan mengingat pada manusia, hal ini menunjukkan bahwa manusia mamapu mnerima, menyimpan dan menimbulkan kembali pengalaman-pengalaman yang dialaminya. Apa yang telah dialami oleh manusia tidak seluruhnya hilang, tetapi inipun tidak berarti bahwa semua yang telah pernah dialami itu akan tetap tinggal seluruhnya dalam ingatan dan dapat seluruhnya ditimbulkan kembali. Kadang-kadang justru sering ada hal-hal yang tidak dapat diingat kembali dengan kata lain ada hal-hal yang dilupakan. Atas hal tersebut apabila orang membicarakan mengenai ingatan, sekaligus juga membicarakan menegenai kelupaan. Karena itu ingatan merupakan kemampuan yang terbatas.
Telah dikemukakan di atas bahwa ingatan itu berhubungan dengan pengalaman-pengalaman yang telah lampau. Dengan demikian dapatlah dikemukakan bahwa apa yang diingat merupakan hal yang telah pernah dialami, pernah dipersepsinya. Dengan demikian apabila ditinjau lebih lanjut, ingatan itu tidak hanya kemampuan untuk meyimpan apa yang telah pernah dialaminya saja, tetapi juga meliputi kemampuan untuk menerima, menimpan dan menimbulkan kembali. Untuk jelasnya baiklh dikemukakan contoh sebagai berikut.
Orang dapat mengingt sesuatu kejadian, ini berarti kejadian yang diingat itu pernah dialami, atau dengan kata lain kejadian itu pernah dimasukkan ke dalam jiwanya, kemudian disimpan dan pada suatu waktu kejadian itu ditimbulkan kembali dalam kesadaran. Dengan demikian maka ingatan itu merupakan kemampuan yang berkaitan dengan kemampuan untuk menerima atau memasukkan (learning), menyimpan (retention), dan menimbulkan kembali (remembering) hal-hal yang telah lampau (Woodworth dan Marquis, 1957).
TEORI, METODOLOGI, ANALISIS
A. TEORI
Apabila seseorang mengadakan persepsi atau pengalaman, maka apa yang dipersepsi itu atau yang dialami itu tidak hilang sama sekali, tetapi dapat disimpan dalam ingatan dan apabila diperlukan pada suatu waktu dapat ditimbulkan kembali dalam alam kesadaran.

Stimulus yang merupakan sensory input dipersepsi melalui alat indera (sensory register). Untuk mengadakan persepsi perlu adanya perhatian. Apa yang dipersepsi itu masuk dalam ingatan, dan dalam waktu singkat apa yang dipersepsi itu dapat ditimbulkan kembali sebagai memory output. Ini yang disebut short-term memory (Hulse, dkk., 1981) atau juga disebut sebagai short term store (Morgan, dkk, 1984).

Namun di samping itu apa yang dipersepsi dapat pula tidak segera ditimbulkan dalam alam kesadaran sebagai memory output, tetapi disimpan dalam ingatan melalui encoding. Pada suatu waktu apabila iperlukan melalui retreival apa yang ada dalam gudang atau ingatan itu ditimbulkan kembali sebagai memory output. Retreival merupakan kebalikan dari encoding, yaitu mencari informasi yang ada dalam gudang ingatan. Dengan kata lain apa yang dipersepsi atau dipelajari itu disimpan dalam ingatan waktu yang yang lama, dan apabila dibutuhkan dapat ditimbulkan kembali dalam alam kesadaran. Ini disebut dengan logterm memory (Hulse, dkk., 1981) atau juga disebut sebagai long-term store (Morgan, dkk., 1984). Dengan demikian dapat dikemukakan bahwa ingatan dapat dibedakan antara (1) short term memory dan (2) long term memory, di samping apa yang disebut sebagai (3) sensosry memory (Hergenhan dan Olson, 1997). Perbedaan antara ketiga macam ingatan itu terletak pada waktu antara masuknya stimulus untuk dipersepsi dan ditimbulkannya kembali sebagai memory output. Apabila jarak waktu antara pemasukkan stimulus dan penimbulan kembali sebagai memory output berkisar antara 20-30 detik, ini merupakan short term memory, sedangkan selebihnya merupakan long term memory (Morgan, dkk., 1984). Untuk sensory memory waktunya lebih pendek lagi, yaitu kira-kira 1 detik (Hergenhahn dan Olson, 1997).

B. METODOLOGI

Metodologi yang saya gunakan adalah metode kualitatif memusatkan pada prinsip-prinsip umum yang mendasari perwujudan sebuah makna dari gejala-gejala individu masyarakat. Objek analisis dalam pendekatan kualitatif adalah makna dari komunikasi. Sasaran kajian dari pendekatan kualitatif adalah pola-pola yang berlaku sebagai prinsip-prinsip umum dalam interaksi. Gejala-gejala tersebut dilihat dari satuan yang berdiri sendiri dalam kesatuan yang bulat dan menyeluruh. Sehingga pendekatan kualitatif sering disebut sebagai pendekatan holistic terhadap suatu gejala personal.
Pendekatan kualitatif mencakup berbagai metodologi yang fokusnya menggunakan pendekatan interpretative dan naturalistic terhadap pokok kajiannya. Oleh karena itu, dalam penggunaan pendekatan kualitatif, peneliti berusaha melakukan studi gejala dalam keadaan alamiahnya dan berusaha membentuk pengertian terhadap fenomena sesuai dengan makna lazim digunakan oleh subjek penelitian. Dan berdasarkan sejarah peneliti menganalisis dari berbagai sumber baik media elektronik (internet) dan kepustakaan.
C. ANALISIS

Fungsi Memasukkan (learning)
Dalam ingatan yang disimpan adalah hal-hal yang pernah dialami seseorang. Bagaimana memperoleh pengalaman dapat dibedakan dalam dua cara, yaitu (1) dengan cara tidak sengaja dan (2) dengan cara sengaja.

Memperoleh pengalaman dengan cara tidak sengaja, yaitu apa yang dialami oleh seseorang dengan tidak sengaja itu dimasukkan dalam ingatannya. Hal ini terlihat dengan jelas pada anak-anak, bagaimana mereka memperoleh pengalaman tidak dengan sengaja, dan hal ini kemudian disimpan dalam ingatannya. Bagaimana mereka memperoleh pengalaman misalnya bahwa gelas kalau jatuh dapat pecah, bahwa kayu itu keras dan dapat menimbulkan rasa sakit apabila teratuk olehnya. Pengalaman-pengalaman ini disimpannya dalam ingatan sebagai pengertian-pengertian.

Seseorang memperoleh pengalaman-pengalaman dengan sengaja, yaitu apabila seseorang dengan sengaja memasukkan pengalaman-pengalamannya, pengetahuan-pengetahuannya dalam psikisnya. Dalam bidang ilmu pada umumnya orang akan memperoleh pengetahuan dengan sengaja mempelajari hal-hal atau keadaan-keadaan yang kemudian dimasukkan dalam ingatannya.

Berdasarkan atas penelitian-penelitian ternyata kemampuan idividu untuk memasukkan apa yang dipersepsi atau yang dipelajari itu terdapat perbedaan satu dengan yang lain. Ada orang yang dapat cepat memasukkan apa yang dipelajarinya, tetapi sebaliknya juga ada orang yang lambat. Cepat atau lambat seseorang memasukkan apa yang dipersepsi atau apa yang dipelajari itu merupakan ifat ingatan yang berkaitan dengan kemampuan memasukkan.

Fungsi Menyimpan

Fungsi kedua dari ingatan adalah mengenai penyimpanan apa yang dipelajari atau apa yang dipersepsi. Problem yang timbul berkaitan dengan fungsi ini ialah bagaimana agar yang telah dipelajari atau yang telah dimasukkan itu dapat disimpan dengan baik, sehingga pada suatu waktu dapat ditimbulkan kembali apabila dibutuhkan. Seperti diketahui setiap proses belajar akan meninggalkan jejak-jejak dalam jiwa seseorang, dan traces ini untuk sementara disimpan dalam ingatan yang pada suatu waktu dapat ditimbulkan kembali. Traces atau jejak-jejak ini yang disebut sebagai memory traces.

Sekalipun dengan memory traces memungkinkan seseorang mengingat apa yang telah pernah dipelajari atau telah pernah dipersepsi, tetapi ini tidak berarti bahwa semua memory traces akan tetap tinggal dengan baik, karena memory traces pada suatu waktu dapat hilang, dalam hal ini orang mengalami kelupaan. Disamping memory traces itu dapat hilang, memory traces juga dapat berubah tidak seperti semula, ada kemungkinan bagian-bagiannya akan berubah, sehingga apabila ditimbulkan kembali untuk diingat, apa yang muncul tidak seperti pada waktu dipelajari hal tersebut. Hal ini yang disebut bahwa ingatan orang tersebut tidak setia, apa yng diingat dapat berubah atau berkurang dari keadaan pada waktu dipelajari. Ada bagian-bagian yang hilang yang tidak dapat diingat kembali.

Fungsi ketiga dari ingatan adalah berkaitan dengan menimbulkan kembali hal-hal yang disimpan dalam ingatan. Dalam mnimbulkan kembali apa yang disimpan dalam ingatan dapat ditempuh dengan (1) mengingat kembali dan mengenal kembali.

Pada mengingat kembali orang dapat menimbulkan kembali apa yang diingat tanpa dibantu adanya objek sebagai stimulus untuk dapat diingat kembali. Jadi dalam hal mengingat kembali orang tidak dibantu dengan adanya objek. Misalnya orang dapat mengingat kembali tentang ciri-ciri pejambret yang menjambret tasnya, sekalipun penjambretan itu tidak ada.

Pada mengenal kembali orang dapat menimbulkan kembali apa yang diingat atau yang telah pernah dipelajari dengan bantuan adanya objek yang harus diingat. Jadi dalam mengenal kembali orang dibantu dengan adanya objek yang perlu ditimbulkan kembali. Misalnya ada sepeda yang hilang kemudian ditemukan oleh pihak kepolisian, dan barang siapa yang kehilangan sepeda dapat melihat sepeda tersebut apakah sepeda itu miliknya bukan. Setelah seseorang melihat sepeda tersebut, orang dapat mengenal kembali bahwa sepeda itu adalah sepedanya yang hilang sebulan yang lalu.

Ingatan memori terjadi seketika, ketika ahli fisiologi syaraf Benjamin Libet dan Bertram Fenstein dari Mount Zion Hospital di San Francisco menghubungkan manusia ke EEG (mesin pengukur gelombang otak), hasil pengukurannya menunjukkan bahwa untuk menghasilkan persepsi, pikiran membutuhkan waktu hanya dalam satuan mili detik. Seperibu detik adalah waktu yang dibutuhkan oleh penglihatan, pendengaran, penciuman, emosi dan pikiran, unsure-unsur yang membentuk memori untuk melakukan perjalanan menelusuri sisitem saraf dan berakhir di otak.

Satu detik cukup singkat, sektar waktu yang dibutuhkan untuk mengucapkn mili detik. Membayangkan satu detik dibagi menjadi separuh atau bahkan seperpuluh, sulit. Apalagi seperseribu detik, nyaris mustahil, sedemikian kecil pikiran dapat mencapainya. Namun begitulah kenyataannya, pikiran bekerja seketika.

Ingatan akan kata-kata yang diucapkan seseorang atau fakta-fakta yang dibaca, terjadi sedemikian cepat sebelum menyadarinya. Persepsi bisa mencapai otak dalam mili detik demikian menurut penemuan Libet dan Feinstein, tetapi diperlukan 999 per seribu detik lagi bagi apa yang anda dengar atau baca utnuk dikirim kepikiran sadar. Dengan kata lain hamper dalam bilangan detik yang sama.

Ingatan bisa terjadi seketika. Tetapi kecepatan ini tidak membuat ingatan bertahan hanya sejenak. Sekali berada di sana, ingatan bertahan selamanya. Dalam penelitian laboratorium, peneliti otak, Wilder Penfield merangsang bank memori otak, dan pasien dapat mengingat kejadian masa lalu, yang mereka kira telah terlupakan, dengan sangat rinci. Segala yang pernah anda rasakan, nikmati, kerjakan, atau alami, demikian disimpulkan oleh Penfield dalam Mysteries of the Mind, masih terekam di suatu tempat dalam otak. Ingtan tetap pada tempatnya, tersimpan dalama bank memori bawah sadar. Yang penting mengaksesnya dengan benar, seperti memanggil file di komputer. Mengingat adalah sebuah keterampilan yang dpat dipelajari, seperti halnya matematika dan relaksasi. Peta memori ditemukan oleh psikolog Kanada bernama Endel Tulving. Dia memberikan 100 kartu yang dicetak dengan tulisan diatasnya kepada dua kelompok siswa. Dia meminta satu kelompok untuk mengingat kata-kata tersebut. Kemudian kelompok yang lain diminta menysusnya menjadi kategori logis.

Setelah itu Tuling menguji keduanya guna melihat berapa dari seratus kata tersebut yang mereka ingat. Mengejutkan baginya, mereka yang emnyusun kata-kata tanpa berusaha mengingatnya secara khusus menghasilkan nilai sama baik dengan siswa yag berkonsentrasi untuk mengingatnya. Tulving menyimpulkan bahwa keterlibatan aktif siswa dalam menyusun materi menghasilkan pola yang berarti, dan hubungan yang memperkuat data dalam ingatan kita, sama efektif dengan usaha sadar untuk mengingatnya. Pemetaan memori meliputi penulisan sebuah kata kunci sesuatu yang ingin diingat ditengah-tengah secarik kertas. Ide bawahan yang penting ditulis di sebelahnya, dan garis dibuat untuk menghubungkan ide bawahan dan ide utama. Ide yang menghubungkan ke ide bawahan dicatat, dan sebuah garis dibuat untuk menghubungkannya. Beberapa buah garis ada yang menghubungkannya.

KESIMPULAN
Dari bahasan diatas, sesungguhnya memori dapat dihadirkan kembali sewaktu-waktu karena memori bagian dari refleksi pikiran dan otak adalah sebagai alat pengingat, memori sebenarnya tidak hilang hanya saja terlupakan, kenangan-kenangan, kejadian-kejadian manis pahit, susah senang, diam dan tertawa adalah suatu reaksi personal yang dialami baik masa lalu dan sekarang juga kejadian terlewati beberapa menit yang lalu, semua akan tersimpan dialam bawah sadar dan terekam dimemori.

Inilah anugerah sang pencipta yang tiadatara yang menjadikan manusia berkembang dalam segala bidang keilmuwan dan teknologi yang semakin modern computer memiliki memori yang berbentuk hardisc dan handphone agar lebih banyak muatan aplikasinya pun memiliki memori.
REFERENSI:

DEFINISI PSIKOLOGI

Psikologi dalam istilah lama disebut ilmu jiwa itu berasal dari kata bahasa inggris psychology. Kata psychologi merupakan dua akar kata yag bersumber dari bahasa Greek (Yunani), yaitu: 1) Psyhe yang berarti jiwa; 2) logos yang berarti ilmu. Jadi secara harfiah p-sikologi memang berarti ilmu jiwa.

* Crow & Crow
Pschycology is the study of human behavior and human relationship.
(Psikologi ialah tingkah laku manusia, yakni interaksi manusia dengan dunia sekitarnya, baik berupa manusia lain (human relationship) maupun bukan manusia: hewan, iklim, kebudayaan, dan sebagainya.

* Sartain
Psychology is the scientific study of the behavior of living organism, with especial attention given to human behavior. (Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku organisme yang hidup, terutama tingkah laku manusia).

* Bruno (1987)
Pengertian Psikologi dibagi dalam tiga bagian, yaitu: Pertama, psikologi adalah studi (penyelidikan) mengenai “ruh”. Kedua, psikologi adalah ilmu pengetahuan mengenai “kehidup mental”. Ketiga, psikologi adalah ilmu pengetahuan mengenai “tingkah laku” organisme.

* Chaplin (1972) dalam Dictionary of psychology
Psikologi ialah ilmu pengetahuan mengenai perilaku manusia dan hewan.

* Ensiklopedia Pendidikan, Poerbakawatja dan Harahap (1981)
Psikologi sebagai cabang ilmu pengetahuan yang mengadakan penyelidikan atas gejala-gejala dan kegiatan – kegiatan jiwa.

* Richard Mayer (1981)
Psikologi merupakan analisi mengenai proses mental dan struktur daya ingat untuk memahami perilaku manusia.

Psikologi Perkembangan
Psikologi Perkembangan adalah sub-disiplin dari ilmu psikologi. Ilmu psikologi didefinisikan sebagai ‘studi sistematik tentang proses bertingkah laku’ (Behavioral processes).

Perkembangan tingkah laku / perilaku dapat ditinjau dari 2 sudut, yaitu:
1. Secara filogenetik: mempelajari perkembangan perilaku dari satu species ke species yang lain, yang berarti dari species yang masih primitif menuju ke species yang lebih berkembang.
2. Secara ontogenetik: mempelajari perkembangan perilaku dari seoranh individu sepanjang hidupnya(life-span), yang berarti dari sejak konsepsi sampai saat meninggal.
Psikologi Perkembangan yang tepat dan spesifik adalah: Studi sistematik tentang perkembangan perilaku manusia secara ontogenetik, yaitu untuk mengerti proses-proses yang mendasari perubahan-perubahan yang terjadi, baik perubahan dalam tingkah laku maupun dalam kemampuan, yang berkaitan dengan bertambahya usia.
TEMUKAN MAKALAH/ARTIKEL YANG ANDA CARI DI SINI:
Custom Search

Posting Terkini