Tampilkan postingan dengan label a. Makalah Ilmu Antropologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label a. Makalah Ilmu Antropologi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 September 2008

"makalah" PENGERTIAN ANTROPOLOGI SOSIAL BUDAYA

Sebelum mengetahui apa itu Antropologi social budaya, alangkah baiknya kita mengetahui apa itu Antroplogi. Antropologi adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang manusia baik itu dari segi budaya ataupun kultur, prilaku, keanekaragaman dan lain sebagainya. Adapun Antroplologi dalam bahasa yunani terdiri dari dua suku kata ”antropos” yaitu manusia sedangkan ”logos” yaitu cerita atau kata. Sedangkan sosial budaya, merupakan suatu ilmu yang mempelajari atau membahas tentang suatu kebiasaan-kebiasaan yang ada dalam lingkungan atau kehidupan masyarakat.

Jadi, Antropologi sosial budaya adalah menjelaskan bahwa antropologi sosial budaya biasanya lebih sering disebut dengan antropologi budaya, berhubungan dengan apa yang sering disebut dengan etnologi. Ilmu ini mempelajari tentang tingkah laku manusia, baik itu tingkah laku individu (perseorangan) maupun tingkah laku kelompok. Tingkah laku yang dipelajri disini bukan hanya kegiatan yang biasa diamati dengan mata, tetapi juga apa yang ada dalam pikiran mereka.

Pada manusia, tingkah laku tergantung pada proses belajar yang dilakukan oleh manusia sepanjang hidupnya baik itu yang disadari ataupu tidak. Mereka yang memepelajari bagaimana bertingkah laku ini dengan cara mencontoh atau belajar dari generasi diatasnya dan juga dari lingkungan alam dan sosial yang ada disekitarnya, inilah yang oleh para ahli antroplogi sering disebut dengan kebudayaan. Kebudayaan dari kelompok-kelompok manusia, baik itu dari kelompok kecil maupun kelompok yang sangat besar, inilah yang objek khusus atau spesial dari penelitian-penelitian para antropologi sosial budaya.

Kita tahu dalam perkembangannya antropologi sosial budaya ini memecah lagi kedalam bentuk-bentuk spesialisasi atau pengkhususan yang disesuaikan dengan bidang kajian yang dipelajari atau diteliti. Misalnya seperti Antropologi Hukum, yang mempelajari bentuk-bentuk hukum pada kelompok-kelompok masyarakat. Antropologi Ekonomi, yaitu mempelajari gejala-gejala serta bentuk-bentuk perekonomian pada kelompok-kelompok masyarakat.

PENGGUSURAN PEDAGANG KAKI LIMA DAN SENGKETA TANAH

Dilihat dari Antropologi Hukum, baru-baru ini marak terjadi suatu kasus penggusuran pedagang kaki lima yang terjadi di Stasiun Kreta Api Bekasi, dengan kasus ini seluruh pedagang yang biasanya beroperasi ditempat itu tidak dapat berjualan dan ini menjadi tanda tanya besar bagi para pedagang.

Sebelumnya pemerintah setempat (PEMDA BEKASI) sudah mengultimatum, tetapi semua itu tidak dihiraukan oleh sebagian pedagang dan ada juga sebagian kecil dari pedagang berhenti atau juga berpindah tempat yang sebelumnya ia singgahi. Ketika petugas melakukan penggusuran tempat itu, ada sebagian pedagang yang berargumen dengan petugas, bahwa pedagang beralasan mereka berjualan untuk memenuhi kehidupan sehari-hari. Walaupun demikian menurut Pemerintah itu tetap saja melanggar peraturan daerah (PERDA) dan dapat merusak ataupun mempersempit jalan yang ada.

Bahkan tidak jarang dalam menggusur tempat tersebut para pedagang melakukan perlawanan terhadap petugas penertiban. Dengan kejadian itu para pedagang menambah kasus pelanggaran yang menyebabkan mereka berurusan dengan pihak yang berwenang.

Alangkah baiknya pemerintah selaku petugas yang bertanggung jawab dalam menertibkan ppedagang kaki lima harus berdasarkan peraturan yang ada dan sifatnya manusiawi, sudah sepantasnya pemerintah sebelum melakukan penggusuran terlebih lagi menyediakan lahan alternatif (bersifat sementara).

Sedangkan kalau dilihat dari Antropologi Ekonomi, kasus yang terjadi itu sangat erat kaitannya dengan struktur sosial. Kita tahu dalam struktur sosial itu ada yang namanya stratipikasi sosial dimana didalamnya mengkaji tingkatan dalam masyarakat, ada yang kaya dan ada yang miskin. Bisa jadi karena faktor kemiskinan, mendorong para pedagang kaki lima untuk berdagang dipinggir-pinggir Stasiun, disebabkan para pedagang tidak mempunyai surat ijin berjualan ditempat tersebut.

PILKADA (PEMILIHAN KEPALA DAERAH)

Belum lama kita disibukkan dengan adanya pemilihan kepala daerah, dilakukan oleh rakyat sendiri. Pada PILKADA yang sebelumnya kita ikuti itu memang sangat menentukan kemajuan daerah yang kita singgahi dan kita sebagai warga harus pintar-pintar memilih beberapa Calon Kepala Desa.

Salah satu kasus yang terjadi didaerah Bekasi menganai tentang Pemilihan Kepala Daerah. Dimana dalam PILKADA tersebut beberapa Pasangan melakukan kampanye yang gunanya untuk mencari aspirasi dan hati dari para masyarakat, baik itu ada yang berupa Santunan, Pengobatan gratis, dll.

Sudah tentu dalam kegiatan ini pasti adanya aksi saling cela-mencela, kekerasan ataupun bentrokkan atar kubu dari pasangan tersebut. Paling parah lagi dalam PILKADA ini terjadinya tindak kecurangan yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, misalnya adanya kasus penggelembungan suara, tidak adanya daftar pengumuman pemilih tetap dan lain-lain.

ANEKA WARNA MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN (Ilmu Antropologi)

ANEKA WARNA MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN
Konsep Suku Bangsa
 
Konsep yang tercantum dalam istilah suku bangsa adalah suatau golongan manusia yang terikat oleh kesadaran dan identitas akan kesatuan kebudayaan, sedangkan kesadaran dan identitas tadi sering kali (tetapi tidak selalu) dikuatkan oleh kesatuan bahasa juga. Dengan demikian kesatuan kebudayaan bukan suatu hal yang ditentukan oleh orang luar, misalnya oleh seorang ahli antropologi, ahli kebudayaan atau lainnya, dengan metode-metode analisa ilmiah, melainkan oleh warga kebudayaan bersangkutn itu sendiri.

Dalam hal ini menurut Koentjaraningrat para sarjana antropologi sebaiknya membedakan kesatuan masyarakat suku-suku bangsa di dunia berdasarkan atas kriterium mata pencaharian dan sistem ekonomi ke dalam enam, macam yaitu:

1. Masyarakat pemburu dan peramu
2. Masyarakat peternak
3. Masyarakat peladang
4. Masyarakat nelayan
5. Masyarakat petani pedesaan
6. Masyarakat perkotaan komplek.

Konsep Daerah Kebudayaan
Suatu “daerah kebudayaan” menggolongkan ke dalam satu golongan, beberapa puluh kebudayaan yang satu dengan yang lain berbeda, berdasarkan atas persamaan dari sejumlah ciri menyolok dalam kebudayaan-kebudayaan bersangkutan. Ciri-ciri yang menjadi alasan untuk klasifikasi itu tidak hanya berwujd unsur kebudayaan fisik, misalnya alat-alat berburu, alat-alat bertani, alat-alat transport, senjata, bentuk-bentuk ornament perhiasan, bentuk-bentuk dan gaya pakaian, bentuk-bentuk tempat kediaman dan sebagainya, melainkam juga unsur-unsur kebudayaan yang lebih abstrak dari sistem sosial atau sistem budaya, seperti misalnya unsu-unsur organisasi kemasyarakatan.

Daerah-Daerah Kebudayaan di Amerika Latin
Menurut J.H Steward dan L.C Faron daerah kebudayaan Amerika Latin Terbagi menjadi 5 daerah kebudayaan, yaitu:

1. Daerah kebudayaan Cacigue
2. Daerah kebudayaan Andes
3. Daerah kebudayaan Andes Selatan
4. Daerah kebudayaan Rimba Tropik
5. Daerah kebudayaan Berburu dan Meramu

Daerah-Daerah Kebudayaan di Amerika UtaraMenurut Clark Wissler daerah kebudayaan di Amerika Utara dapat diklasifikasikan menjadi 10 daerah kebudayaan, yaitu:
1. Daerah kebudayaan Eskimo
2. Daerah kebudayaan Yukon-Mackenzie
3. Daerah kebudayaan Pantai Laut
4. Daerah kebudayaan Daratan Tinggi
5. Daerah kebudayaan Plains
6. Daerah kebudayaan Hutan Timur
7. Daerah kebudayaan Daratan Kalifornia
8. Daerah kebudayaan Barat Daya
9. Daerah kebudayaan Tenggara
10. Daerah kebudayaan Meksiko.

Daerah-Daerah Kebudayaan di Afrika
Dalam buku “People and Their Cultural History”, ahli antropologi G.P. Murdock telah menyusun suatu sistem daerah-daerah kebudayaan Afrika menjadi 18 daerah kebudayaan yaitu:
1. Daerah kebudayaan Afrika Utara
2. Daerah kebudayaan Hilir Nil
3. Daerah kebudayaan Sahara
4. Daerah kebudayaan Sudan Barat
5. Daerah kebudayaan Sudan Timur
6. Daerah kebudayaan Hulu Tengah Nil
7. Daerah kebudayaan Afrika Tengah
8. Daerah kebudayaan Hulu Selatan Nil
9. Daerah kebudayaan Tanduk Afrika
10. Daerah kebudayaan Guinea
11. Daerah kebudayaan Bantu Khatulistiwa
12. Daerah kebudayaan Bantu Danau-danau
13. Daerah kebudayaan Bantu Timur
14. Daerah kebudayaan Bantu Tengah
15. Daerah kebudayaan Bantu Barat Daya
16. Daerah kebudayaan Bantu Tenggara
17. Daerah kebudayaan Choisan
18. Daerah kebudayaan Madagaskar

Daerah-Daerah Kebudayaan di Asia
Pembagian dari Benua Asia ke dalam daerah-daerah kebudayaan pernah dibuat oleh A.L Kroeber, dia membagi kawasan Asia ke dalam 7 bagian, yaitu:
1. Daerah kebudayaan Asia Tenggara
2. Daerah kebudayaan Asia Selatan
3. Daerah kebudayaan Asia Barat Daya
4. Daerah kebudayaan Cina
5. Daerah kebudayaan Steppa Asia Tengah
6. Daerah kebudayaan Siberia
7. Daerah kebudayaan Asia Timur Laut

Suku-Suku Bangsa di IndonesiaSeorang ahli Antropologi Indonesia wajib terutama untuk mengenal bentuk-bentuk masyarakat dan kebudayaan di wilayah Indonesia sendiri juga wajib mengetahui dengan cukup mendalam masyarakatdan kebudayaan-kebudayaan di wilayah negara-negara tetangga.

Klasifikasi dari aneka sukui bangsa di wilayah Indonesia biasanya masih berdasarkan sistem-sistem lingkaran hukum adat yang mula-mula disusun oleh Van Vollenhoven. Ia membagi wilayah Indonesia ke dalam 19 daerah, yaitu:

1. Aceh
2. Gayo Alas dan Batak
3. Nias dan Batu
4. Minangkabau
5. Mentawai
6. Sumatera Selatan
7. Enggano
8. Melayu
9. Bangka dan Billiton
10. Sangir Talaud
11. Gorontalo
12. Toraja
13. Sulawesi Selatan
14. Ternate
15. Ambon dan Maluku
16. Kepulauan Barat Daya
17. Irian
18. Timor
19. Bali dan Lombok


REFERENSI
Koentjaraningrat. Pengantar ilmu Antropologi. Jakarta. Aksara Baru. 1985



TEMUKAN MAKALAH/ARTIKEL YANG ANDA CARI DI SINI:
Custom Search

Posting Terkini