Akademik Headline Animator Center

Yang Ingin Tukeran Link Kunjungi Buku Tamu!
Atau Klik { di Sini }

Membuat Blog di Blogger/Blogspot

DIposting Oleh Lumbung Makalah | 3:22 AM | | 0 comments »

Beberapa Persiapan Sebelum Membuat Akun di Blogger


1). Siapkan nama blog yang akan anda buat. Pastikan bahwa anda telah memilih nama blog yang relefan dengan isi dan tujuan Blog yang anda buat. Contoh apabila Blog untuk bisnis, maka cari nama yang seuai dengan kata ter sebut, seperti Mencari Dollar / Bisnis Online dll. Dan cari nama yang kemungkinan masih belum atau jarang digunakan oranglain.

2). Siapkan kata untuk Alamat blog (URL) Ketentuannya sama seperti poin no 1. Hal ini sangat penting karena kedepannya akan mempengaruhi Mesin Pencari (Search Engine/SEO) seperti: Google/Yahoo/MSN dll, dalam proses pengindexan posting (tulisan2) di blog yang anda buat. Maka apabila bermasalah di dengan Mesin Pencari, maka blog anda akan sulit ditemukan dan dikenal oleh orang dan akan sangat "merugikan". Tetapi apabila anda tidak bermasalah di dalam hal ini, maka blog anda akan sangat di untungkan selain akan mudah di temukan inipun akan mempengaruhi ke hal-hal yang lain yang akan anda pahami setelah selesai mengikuti tutorial ini secara keseluruhan.

Kita langsung saja ke proses pembuatan blog Blogger. Ikuti Langkah-langkah berikut ini. Masuk ke http://blogger.com/ atau langsung klik DISINI
Nanti akan ada tampilan awal yaitu:



Tahap Awal

=> Tentukan Bahasa yang mudah anda pahami di pojok kanan atas. Untuk yang ingin menggunakan petunjuk bahasa Indonesia. "Pilih Bahasa Indonesia"
=> Klik "Ciptakan Blog Anda" >>Untuk masuk ketahapan berikutnya.


Tahap 1 "Ciptakan Sebuah Account Google"



=> Isi seluruh kolom di atas dengan mempertimbangkan sebagaimana pada bahasan di atas.
=> Isi Alamat Email dengan yang telah anda buat atau telah anda miliki
=> Ketik ulang alamat email kolom bawahnya untuk memastikan bahwa anda telah mengetiknya dengan benar
=> Isi Sandi/Password
=> Ketik ulang sandi/Password di kolom bawahnya
=> Khusus Untuk Kolom "Nama Tampilan" Isi sesuai dengan nama yang telah anda pertimbangkan. Karena nama ini yang akan tampil di setiap posting yang anda buat dengan tampilan "posted by: jadi apabila anda mengisinya dengan Akademik Center, maka ketika anda memposting/memasukan sebuah artikel kedalam blog anda, akan ada keterangan sebagai berikut: "Posted by: Akademik Center"
=> Isi Kolom Verifikasi kata dengan kata yang ada di atasnya. Ketik persis seperti yang ada di sana. Perhatikan hurup besar atau kecilnya.
=> Cek lis/Beri tanda centang di kotak tanda persetujuan dengan ketentuan-ketentuan dari Blogger yang bisa anda baca dengan mengklik kalimat: Persyaratan dan Layanan
=> Catat alamat email yang anda masukan berikut dengan password yang anda buat. Agar tidak lupa
=> Klik "Lanjutkan" untuk masuk ke tahap berikutnya.

Tahap 2 "Menamai Blog Anda"


=> Isi Judul Blog. Isi sesuai petunjuk di atas.
=> Isi Alamat Blog (URL). Apabila ada dua kata beri tanda strip (-) untuk pemisahnya.
Ketika anda telah memilih kata untuk alamat blog anda, maka alamat tersebut akan menjadi alamat dari blog anda. Dengan susunan: http://nama-blog.blogspot.com.
=> Klik "Lanjutkan" untuk masuk tahapan berikutnya

Tahap 2 "Pilih Sebuah Template"



Ini adalah tahapan terakhir. Yaitu memilih bentuk Template yang anda inginkan.
=> Beri tanda "titik" di bawah contoh-contoh template yang tersedia untuk memilih bentuk template yang anda inginkan.
=> Klik "Lanjutkan" untuk masuk ke Blog yang telah anda buat


Tahap Akhir

Untuk memulai Blogging => Klik "Mulai Blogging"
Setelah itu anda akan masuk ADMINISTRATOR dari Blog anda yang fungsinya akan di bahas lebih jelas di judul tutorial berikutnya.
Untuk melihat tampilan blog yang telah anda buat => "Klik Lihat Blog" Seperti gambar dibawah.

Selamat Mencoba !!!

Baca Selengkapnya...

Selamat Batang di Tutorial Blog Blogger Akademik Center.

Pada proyek tutorial blog ini, saya ingin berbagi pengetahuan tentang Blog yang telah saya dapatkan dari berbagai sumber dan pengalaman. Di dalam tutorial ini saya tidak akan mambahasnya terlalu teoritis karena akan sangat mambosankan bagi yang membacanya.

Blog pada dasarnya adalah pasilitas yang bisa kita manfaatkan untuk banyak tujuan dan kepentingan. Karena pasilitas di dalam Blog bisa memuat pesan baik dalam bentuk teks, seperti artikel, Makalah, esai dll. Bahkan juga bisa memuat gambar yang bisa kita kelola secara menarik dengan fitur-fitur yang ada di dalamnya, yaitu untuk tujuan publikasi, bisnis, iklan, kampanye politik dll.

Kita langsung saja ke praktek dengan melalui tahapan-tahapan yang saya buat sesuai dengan uturan-urutan judul tutorial dibawah ini. Saya sarankan agar anda melakukannya secara terutrut sesuai dengan urutan judul dibawah ini. Karena telah saya urutkan agar prosesnya bisa lebih mudah.

Beberapa Persiapan Sebelum Membuat Akun di Blogger/Blogspot

1). Buat e-mail di Gmail.com

Buat e-mail dengan alamat email yang mudah anda ingat. Dan saya sarankan, buatlah email baru yang khusus untuk blog yang akan segera anda buat. Langkah ini akan memudahkan anda, karena kedepannya anda akan membutuhkan banyak aplikasi pendukung dari luar yang digunakan di blog anda. Di mana ketika anda ingin mendapatkannya, anda harus malakukan registrasi untuk membuat akaun di web-web penyedia layanannya, yang mayoritas menggunakan alamat email sebagai User Name-nya.

Dan khusus untuk yang berminat menggunakan Blog dari layanan blogger. Penggunaan e-mail dari Gmail akan sangat memiliki nilai plus. Karena Gmail masih milik perusahaan Google yang juga merupakan penyedia layanan blog Blogger. Dengan katalain masih satu perusahaan, yaitu Google. Dan langkah ini pun akan memudahkan anda nanti ketika ingin menggunakan layanan iklan dari Google yang akan menghasilkan Dollar $ yang akan saya bahas secara khusus di judul Google Adsense.

2). Samakan User Name dan Password di setiap akau yang anda buat.


Ketika anda membuat Akun, usahakan sama agar anda mudah mengingatnya. Karena ketika membuat Blog anda akan banyak membuat akun untuk keperluan blog anda. Maka buatlah dengan Username dan password yang sama.

Contoh: Ketika anda Sign Up di setiap pembuatan akun
Apabila diminta memasukan email gunakan selalu : akademik.center@gmail.com (contoh)
Apabila diminta memasukan Username gunakan selalu : akademikcenter (contoh)
Apabila diminta memasukan Password gunakan selalu : 1223456 (contoh)

Untuk membuat email di Gmail klik: { DISINI }
=
=
APABILA ANDA MENGERTI ATAU MASIH ADA YANG INGIN DIPERTANYAKAN, ISI KOLOM KOMENTAR... TERIMAKASIH DAN SELAMAT MENCOBA!!

Baca Selengkapnya...

Tujuan membuat sinopsis, ikhtisiar, dan ringkasan adalah sebagai suatu usaha bagaimana cara meningkatkan minat pembaca dalam membaca buku, karena dengan begitu dapat meningkatkan pengetahuan mereka.

Sinopsis
Menurut Moeliono (1988) sinopsis adalah karangan ilmiah yang biasanya diterbitkan bersama-sama dengan karangan asli. Yang menjadi dasar sinopsis itu adalah ringkasan dan abstrak.

Cara membuat sinopsis adalah sebagai berikut :
a) Membaca naskah asli terlebih dahulu untuk mengetahui kesan umum penulis.
b) Mencatat gagasan utama dengan menggarisbawahi gagasan yang penting.
c) Mmenulis ringkasan cerdasarkan gagasan-gagasan utama sebagaimana dicatat pada langkah kedua. Gunakanlah kalimat yang padat, efektif, dan menarik untuk merangkai jalan cerita menjadi sebuah karangan singkat yang menggambarkan karangan asli.
d) dialog dan monolog tokoh cukup ditulis isi atau garis besarnya saja.
e) synopsis tidak boleh menyimpang dari jalan cerita dan isi dari keseluruhan karya yang asli.

Ikhtisiar
Menurut Juhara (2003). Ikhtisiar adalah penulisan pokok-pokok masalah penulisannya tidak harus berurutan, boleh secara acak atau disajikan dalam bahasa pembuat ikhtisar tanpa mengubah tema sebuah wacana. Ikhtisiar berfungsi sebagai garis-garis besar masalah dalam sebuah wacana yang berukuran pendek atau sedang.

Ikhtisiar yaitu penyajian singkat dari suatu karangan asli yang tidak perlu memberikan isi dari seluruh karangan itu secara proporsional.

Cara membuat ikhtisiar adalah sebagai berikut :
a) Membaca naskah asli beberapa kali (setidak-tidaknya dua kali).
b) Membuat kerangka bacaan dengan menuliskan pikiran utama atau pikiran pokokj yang terdapat dalam naskah.
c) Menulis ihtisiar.

Ringkasan
Ringkasan merupakan penyajian singkat dari suatu karangan asli, sedangkan perbandingan bagian atau bab dari karangan asli secara proporsional tetap di pertahankan dalam bentuknya yang singkat.

Ringkasan (precis) adalah suatu cara yang efektif untuk menyajikan suatu karangan yang panjang dalam bentuk yang singkat. Kata précis berarti memotong atau memangkas.
a) Membaca naskah asli
b) Kalau perlu diulang beberapa kali untuk mengetahui kesan umum tantang karangan itu secara menyeluruh. Penulis perlu juga mengetahui maksud pengarang dan sudut pandang pengarang.
c) Mencatat gagasan utama
d) Pencatatan itu dilakukan dengan tujuan. Pertama, untuk tujuan pengamanan agar memudahkan penulis pada waktu meneliti kembali apakah pokok-pokok yang dicatat itu penting atau tidak; kedua, catatan ini juga akan menjadi dasar bagi pengolahan selanjutnya. Tujuan terpenting dari pencatatan ini adalah agar tanpa ikatan teks asli, penulis mulai menulis kembali untuk menyusun kembali untuk menyusun sebuah ringkasan dengan mempergunakan pokok-pokok yang telah dicatat.
e) Mengadakan reproduksi
f) hal yang harus diperhatikan bahwa dengan catatan tadi, ia harus menyusun suatu wacana yang jelas dan dapat diterima akal sehat, dan sekaligus menggambarkan kembali isi dari karangan aslinya.
g) Ketentuan tambahan
h) Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar ringkasan itu diterima sebagai suatu tulisan yang baik. => A). Sebaiknya dalam menyusun ringkasan dipergunakan kalimat tunggal dari pada kalimat majemuk. Kalimat majemuk menunjukan bahwa ada dua gagasan atau lebih yang bersifat paralel. Bila kalimat majemuk telitilah kembali apakah tidak mungkin dijadikan kalimat tunggal. => B). Bila mungkin ringkaslah kalimat menjadi frasa, frasa menjadi kata. Begitu pula rangkaian gagasan yang panjang hendaknya diganti dengan suatu gagasan sentral saja. => C). Jumlah alinea tergantung dari besarnya ringkasan dan jumlah topik utama yang akan dimasukkan dalam ringkasan. Alinea yang mengandung ilustrasi, contoh, deskripsi, dan sebagainya dapat dihilangkan, kecuali yang dianggap penting. => D). Bila mungkin semua keterangan atau kata sifat dibuang. Kadang-kadang sebuah kata sifat atau keterangan masih dipertahankan untuk menjelaskan gagasan umum yang tersirat dalam rangkaian keterangan, atau rangkaian kata sifat yang terdapat dalam naskah.

Skema langkah-langkah dalam membuat sebuah ringkasan:


Persamaan ringkasa, ikhtisiar, dan synopsis yaitu:
Pada prinsipnya synopsis, ringkasan dan ikhtisiar, sama-sama meringkas suatu cerita atau bacaan yang kita baca dengan mengambil intisari atau ide pokok dari suatu karangan yang kita baca.

Sama-sama mempunyai langkah-langkah atau metodologi yang sama yaitu:
Bacalah naskah dua kali
a) Catatlah semua judul, semua topik.
b) Cocokan catatan anda dengan naskah asli.

Susunlah draft sementara dengan mempergunakan catatan di atas (jangan pakai naskah asli).
a) Periksa gaya, tata bahasa dan tanda baca!
b) Tulis kembali dengan rapi, mulai dari judul sampai dengan topik!
c) Periksa kembali apakah ada kesalahan!
d) Cocokanlah jumlah kata dan selesaikanlah!

Perbedaan ringkasan, ikhtisiar, dan synopsis yaitu:
Sinopsis adalah ringkasan pendek dari suatu cerita (cerita pendek, novel, roman, dan karya-karya sastra yang lainnya) atau karangan.

Ikhtisiar ialah bagian yang sangat penting setelah membuat kesimpulan dan rekomendasi. Ikhtisiar mengandung topik persoalan dan tujuan yang akan dicapai melalui topik tersebut.

Pengertian ikhtisiar (summary) merupakan suatu bagian dari tulisan yang menyampaikan suatu informasi yang penting dari sebuah tulisan dalam bentuk yang sangat singkat.

Ringkasan sebagai suatu keterampilan memproduksi suatu buku teks atau karangan tertentu. Untuk menjadi seorang yang membuat reproduksi yang baik harus benar-benar mengetahui dan memahami ini sebuah buku atau karangan.

Contoh ringkasan

a) Sekitar 30.000 hingga 50.000 orang yang berkumpul di kota Hiroshima, Jepang, mengheningkan cipta selama 60 detik. Hal itu mereka lakukan untuk mengenang peristiwa mengerikan ketika Amerika Serikat menjatuhkan bom atom di kota itu tanggal 6 Agustus 1945.
b) Orang-orang yang hadir di Peace Memorial Park Hiroshima itu mengenakan ikat kepala untuk mengenang tewasnya sekitar 14.000 orang akibat bom.
c) Menurut Tadatohsi Akiba, Walikota Hiroshima, akhir perang dunia II tidak secara otomatis mengantarkan kita ke abad perdamaian dan kemanusiaan. Masih banyak bentuk kekerasan lain.
d) pelepasan ratusan burung dara putih dan paduan suara anak yang menyanyikan lagu perdamaian turut menyemarakan upacara peringatan itu.
e) Jepang menyerah pada Perang Dunia II, tanggal 15 Agustus 1945.

Contoh Ikhtisiar

Sekitar 30.000 hingga 50.000 orang berkumpul di kota Hiroshima, Jepang untuk mengenang peristiwa jatuhnya bom atom di kota itu pada tanggal 6 Agustus 1945 yang menewaskan sekitar 14.000 jiwa. Mereka bersama-sama mengheningkan cipta selama 60 detik dan melepaskan ratusan burung dara pada upacara peringatan ini. Upacara tersebut akan dilanjutkan pada hari Kamis 9 Agustus 2001 di kota Nagasaki yang 56 tahun yang lalu juga dibom oleh AS sehingga menewaskan sekitar 70.000 orang pada peringatan itu Perdana Menteri Jepang Junichiro Koizumi meminta kepada seluruh dunia untuk menghapus senjata nuklir.

Contoh Sinopsis

Synopsis Cerpen “Bulan Mati”.
Seorang laki-laki bernama Enos dan wanita bernama Ina saling jatuh cinta. Kedua keluarga, baik dari pihak Enos maupun Ina tidak menyetujuinya dan menentang keras hubungan mereka. Masalah kehormatan dan adat istiadat membuat jarak panjang yang tak terselesaikan.

Kedua ayahnya mengancam akan membunuh jika mereka masih saling mencintai. Ancaman ini bukan hanya kepada Enos dan Ina tetapi juga kepada ayah mereka masing-masing.

Ketika Enos sedang berduaan dengan Ina muncullah Amalodo, ayah Ina dengan amarahnya. Ia langsung menembak Enos hingga meninggal kemudian Amalodo meladeni berduel ketengah lautan Matekato, ayah Enos. Mereka memancing bersama. Mungkin inilah bentuk berduel ala mereka. Pemenangnya yang mendapatkan ikan paling banyak, paling besar, atau yang pertama memperoleh ikan.

Namun, sayang sekali saat itu bulan mati, sehingga tidak ada ikan. Yang terkena kail malah mayat Ina. Ina telah mati menceburkan diri kelaut mengikuti Enos.


Daftar Pustaka
Keraf, Gorys. Komposisi. Jakarta: Nusa Indah , 1993.
Sahara, Siti, dkk. Keterampilan Berbahasa Indonesia. Jakarta: FITK UIN Jakarta, 2008.

Baca Selengkapnya...

Bab I. Tasawuf

Asal Usul dan Pengertian Taswauf
Secara etimologi, ada tiga kata yang menjadi kemungkinan timbulnya istilah tasawuf ( تصوف ), yaitu: shaff ( صف), shûff (), dan shuffah (صوف).[1]

1. Shaff (صف). Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan (shaffan) yang teratur seakan-akan mereka seperti bangunan yang tersusun kokoh.[2] Shaffan sesungguhnya berarti secara berbaris-baris. Jadi, mengacu pada ayat di atas, tasawuf adalah menyusun barisan di jalan Allah SWT (fî sabîlillâh) –pen.

2. Shûf (صوف) adalah bulu domba. Pada masa pra-Islam, bulu domba sering digunakan sebagai pakaian oleh para ruhban () atau rabbi (pemimpin Yahudi yang asketis) sebagai simbol kesederhanaan. Shûf juga sering dijadikan pakaian oleh para petapa Nasrani.[3] Jadi, tasawuf adalah hal yang identik dengan kesederhanaan –pen.

3. Shuffah (صفة) adalah tempat duduk kecil yang terbuat dari kayu atau batu. Para sahabat Nabi saw sering duduk di atas shuffah sehingga mereka disebut Ahlush-shuffah (أهل الصفة).[4] Oleh sebab itu, tasawuf diidentikkan dengan Ahlush-shuffah dan diyakini bahwa tasawuf berasal dari kebiasaan para sahabat Nabi saw –pen.

Kesimpulannya, secara etimologi, tasawuf adalah barisan-barisan yang senantiasa berada di jalan Allah SWT dan hidup sederhana dengan mencontoh teladan para sahabat Nabi saw yang saleh –pen.

Tasawuf Menurut Beberapa Ulama
Ada beberapa ulama yang telah mendefinisikan istilah tasawuf. Di antaranya ialah Abu Muhammad Jariri (w. 923), Kattani (w. 934), Ruwaim (w. 915), Dzun-Nun Mishri (w. 858), dan Junaid (w. 913).

Abu Muhammad al-Jariri berkata, “Tasawuf adalah memasuki akhlak yang baik dan keluar dari akhlak yang buruk”

Kattani berkata, “Tasawuf adalah akhlak. Barangsiapa bertambah baik akhlak, bertambah baik (pula) tasawufnya.”

Ruwaim berkata, “Tasawuf adalah membiarkan diri bersama Allah menurut apa yang dikehendaki Allah.”

Dzun-Nun Mishri berkata, “Sufi (penganut tasawuf –pen.) adalah orang yang tidak berpayah-payah meminta dan tidak terkejut oleh penolakan.” (Maksudnya adalah tidak meminta sesuatu dan tidak kecewa apabila tidak mendapatkan apa yang diharapkan –pen).

Jadi, tasawuf bisa didefinisikan sebagai pendidikan tentang bagaimana seorang hamba harus berakhlak mulia dan senantiasa menyerahkan urusannya kepada Allah SWT (bertawakal) –pen.

Bab II. Maqamat dan Ahwal[5]

Pengertian Maqamat dan Ahwal
Maqamat, bentuk jamak dari maqam berarti tahapan, tingkatan, atau kedudukan. Jadi, maqamat adalah tahapan rohani yang ditempuh oleh para pengamal tasawuf untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sedangkan ahwal, bentuk jamak dari hal, adalah keadaan mental yang dirasakan oleh para pengamal tasawuf sebagai anugerah yang datang dari Allah SWT. Maqam merupakan usaha, sedangkan hal merupakan anugerah. Keadaan hati dinamakan hal karena berubah-ubah dan dinamakan maqam karena telah tetap.

Pendapat yang sangat populer mengenai maqamat dan ahwal dikemukakan oleh Abu Nasr Sarraj yang berkata, “Maqam adalah kedudukan manusia di sisi Allah yang masuk ke dalam hati, sesuatu yang dirasakan karena ketulusan mengingat (dzikr) Allah.”

Istilah-istilah dalam Maqamat dan Ahwal[6]
Ada beberapa istilah dalam maqamat dan ahwal, yaitu: tobat, wara’, zuhud faqir, sabar, tawakal, rida, mahabbah, dan ma’rifah. Orang yang menempuh jalan sufi terlebih dahulu harus bertobat dari dosa, yang dilakukan oleh anggota badan, maupun yang tersembunyi di dalam hati. Setelah melewati maqam tobat, maqam selanjutnya adalah wara’, yaitu meninggalkan segala sesuatu yang syubhat, yaitu segala sesuatu yang mengandung kesamaran atau yang diragukan hukumnya, tidak jelas halal-haramnya, dan meninggalkan segala sesuatu yang tidak berguna. Selanjutnya adalah maqam zuhud, yaitu mengosongkan hati dari cinta terhadap dunia dan menjalani hidup untuk beribadah kepada Allah SWT, serta mengosongkan hati dari selain Allah SWT dan memusatkan hati kepada cinta-Nya. Selanjutnya adalah maqam faqir, yaitu menjalani hidup dengan kesadaran bahwa ia hanya membutuhkan Allah SWT. Selanjunya maqam sabar, yaitu sabar dalam menjalani perintah, sabar dalam meninggalkan larangan, sabar dalam menghadapi kesulitan, dan sabar atas ni’mah yang dilimpahkan oleh Allah SWT kepadanya. Selanjutnya adalah maqam tawakal, yaitu menyerahkan segala sesutunya kepada Allah SWT, tidak bergantung kepada selain-Nya, dan tidak pula kepada amal perbuatannya (nafsunya –pen). Selanjutnya adalah maqam rida, yaitu menerima dengan senang hati segala sesuatu yang ditakdirkan oleh Allah SWT dan menyadari bahwa ketentuan-Nya lebih baik daripada keinginannya. Setelah melewati maqam­­-maqam­ tersebut barulah seorang sufi bisa mencintai (mahabbah) dan mengenal Allah (ma’rifah) atau juga disebut dengan tajalli.

Bab III. Takhalli, Tahali, dan Tajalli[7]

Pengertian Takhalli, Tahalli, dan Tajalli
Takhalli artinya mengosongkan jiwa dari sifat-sifat buruk,seperti: sombong, dengki, iri hati, cinta kepada dunia, cinta kedudukan, riya’, dan sebagainya. Tahalli berarti menghiasi jiwa dengan sifat-sifat yang mulia, seperti: kejujuran, kasih sayang, tolong menolong, kedermawanan, sabar, keikhlasan, tawakal, kerelaan, cinta kepada Allah SWT, dan sebagainya, termasuk di dalahnya adalah banyak beribadah, berzikir, dan muraqabah kepada Allah SWT.

Setelah menempuh takhalli dan tahalli, sampailah para salik pada sesuatu yang dinamakan tajalli. Secara etimologi, tajalli berarti pernyataan atau penampakan. Tajalli adalah terbukanya tabir yang menghalangi hamba dengan-Nya sehingga hamba menyaksikan tanda-tanda kekuasaan dan keagungan-Nya. Istilah lain yang memiliki kedekatan arti dengan tajalli adalah ma’rifah, mukasyafah, dan musyahadah. Semua itu menunjuk pada keadaan di mana terbuka tabir (kasful-hijab) yang menghalangi hamba dengan Allah SWT.

Tajalli menurut Sufi
Ahli tasawuf berkata bahwa tasawuf tidak lain adalah menjalani takhalli, tahalli, dan tajalli. Jalan yang ditempuh oleh para Sufi adalah jalan takhalli, tahalli, dan tajalli. Mengosongkan jiwa dari sifat buruk, menghiasi jiwa dengan sifat yang baik dengan tujuan untuk menyaksikan dengan penglihatan hati bahwa sesungguhnya tuhan itu tidak ada, hanya Allah SWT yang Ada, “Tidak ada tuhan (lâ ilâha) selain (illâ) Allah SWT dan Muhammad bin Abdullah adalah hamba, utusan, dan kekasih-Nya.”

Manfaat Melakukan Takhalli dan Tahalli dalam Kehidupan Sosial
Menghindari sifat buruk dan menghiasi diri dengan sifat mulia dapat mempererat silaturahim dan persaudaraan antar-penganut agama Islam bahkan dengan non-Islam. Justru mungkin itulah –menurut penulis— tujuan dari takhalli dan tahalli. Itulah –masih menurut penulis— yang menjadi inti dari pengamalan tasawut, yaitu menghindari segala larangan Allah SWT dan hal-hal yang tidak beroleh cinta-Nya serta menghiasi diri dengan akhlak mulia. Prof. Dr. Jalaluddin Rachmat (Kang Jalal) berkata, “Dahulukan akhlak di atas fiqh”. Akhlak mulia itulah yang akan menjaga persaudaraan antar-umat manusia. Insya Allah.[]

[1] Kuliah Akhlak Tasawuf oleh Dr. Asep Usman Ismail, MA. pada 5 Desember 2007.
[2] إِنَّ اللهَ يُحِبُّ الَّذِيْنَ يُقَاتِلُوْنَ فِي سَيِيْلِ اللهِ صَفًّا كَأّنَّهُمْ بُنْيَانٌ مَرْصُوْصٌ (سورة الصف:4)
[3] Kuliah Akhlak Tasawuf oleh Dr. Asep Usman Ismail, MA. pada 5 Desember 2007.
[4] Ibid.
[5] Dikutip dari tulisan tentang tasawuf oleh Dr. Wahib.
[6] Ibid.
[7] Ibid.

Baca Selengkapnya...

A. Revolusi Industri

Revolusi industri bukan merupakan suatu proses yang terjadi secara mendadak, melainkan proses sejarah yang terjadi sebelumnya.
Pengertian Revolusi Industri merujuk dua hal :
1. Proses perubahan yang cepat di bidang ekonomi, yaitu dari kegiatan ekonomi agraris ke ekonomi industri yang menggunakan mesin dalam mengolah bahan mentah menjadi bahan siap pakai. Atau dapat dikatakan jugadengan merubah cara kerja yang ada. Dari menggunakan tenaga kerja manusia menjadi menggunakan mesin.
2. Revolusi Industri ditandai dengan akibat-akibatnya yang Revolusioner dalam kehidupan ekonomi, politik, dan social.

Sebelum adanya alat-alat mekanis dan otomatis, masyarakat Erofa bekerja dengan menggunakan alat-alat manual dan masih menggunakan kecepatan kedua tangan dan kaki. Contohnya seperti : cagkul, parang, sekop, gergaji, pisau, pengukur, palu, penenun, pemintal, jala, dan lain sebagainya. Oleh karenanya, jika kedua tangan dan kaki tidak bekerja dengan optimal, maka kinerja alat-alat tersebut pun tidak maksimal.

Pada masa Revolusi Industri, peralatan-peralatan tersebut sudah jarang digunakan. Karena sudah ditemukannya alat-alat yang menggunakan mesin. Yang secara otomatis digerakan oleh Mesin Uap yang berbahan bakar batu bara.

Sebelum adanya Revolusi Industri, dalam berdagang masyarakat Erofa masih menggunakan sistem Barter. Dan kegiatan produksinya pun masih dilakukan dirumah-rumah. Di Prancis kegiatan ini dikenal dengan istilah Gilda, yaitu bengkel kerja dan pusat usaha.

Latar Belakang Revolusi Industri.

Revolusi Industri berawal di Negara Inggris, faktor-faktor yang mendorong perkembangan Revolusi Industri di Inggris terbagi menjadi dua, yaitu Faktor External dan Faktor Internal.

Hal yang termasuk Faktor external adalah terjadinya Revolusi Ilmu Pengetahuan pada abad ke 16. Para ilmuan seperti Francis Bacon, Rene Decartes, Galileo Galilei, Copernicus, Kepler, dan Issac Newton banyak bermunculan. Mereka menemukan alat-alat yang sangat berguna bagi kemajuan tingkat kehidupan manusia.

Adapun Faktor-faktor yang termasuk faktor internal adalah sebagai berikut :
1. Keamanan dan politik dalam Negara Inggris yang mantap
2. Berkembangnya kegiatan wiraswasta di Inggris
3. Munculnya minat yang luar biasa dari masyarakat Inggris terhadap industri manufaktur
4. Inggris memiliki jajahan yang sangat luas sehingga mudah dalam memperoleh bahan mentah dan daerah pemasaran
5. Inggris kaya akan sumber alam, berupa batu bara dan biji besi
6. Paham ekonomi liberal mulai muncul
7. Munculnya Revolusi Agraria dan,
8. Kegiatan perekonomian berkembang dengan pesat.

B. Revolusi Hijau

Revolusi Hijau adalah suatu revolusi produksi biji-bijian dari hasil penemuan-penemuan ilmiah berupa benih unggul baru dari berbagai varietas. Revolusi Hijau didasari oleh berbagai masalah yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat. Salah satunya adalah akibat pertambahan jumlah penduduk yang pesat dan bagaimana mengupayakan peningkatan hasil produksi pertanian.

Gagasan mengenai Revolusi Hijau bermula dari hasil penelitian dan tulisan Thomas Robert Maltinus (1766 - 1834) yang mengemukakan bahwa masalah kemiskinan dan kemelaratan adalah masalah yang tidak bisa dihindari oleh manusia. Kemiskinan dan kemelaratan terjadi karena pertumbuhan penduduk dan peningkatan produksi pangan yang tidak seimbang.

tulisan Thomas Robert Maltinus menimbulkan pengaruh di Erofa dan Amerika Serikat, dengan munculnya gerakan pengendalian pertumbuhan penduduk dengan cara pengontrolan jumlah kelahiran dan gerakan usaha pencarian dan penelitian bibit-bibit unggul dalam bidang pertanian. Revolusi Hijau menjadi usaha besar untuk meningkatkan produksi pangan di daerah-daerah atau Negara miskin di dunia.

Perkembangan Revolusi Hijau
Perkembangan tekhnologi alat-alat pertanian mempengaruhi perkembangan Revolusi Hijau. Seperti penggunaan alalt-alat pertanian modern. Seperti, mesin bajak, alat penyemprot hama, dan mesin penggiling padi, yang merupakan salah satu faktor dalam peningkatan produksi pertanian.

Perkembangan Revolusi Hijau selanjutnya terjadi pada pasca perang Dunia 11. Tidak bisa dipungkiri bahwa perang Dunia 11 membawa akibat terhadap langkanya atau hancurnya daerah-daerah pertanian terutama di Erofa. Hancurnya daerah pertanian menyebabkan menurunnya produksi pertanian. Oleh sebab itu, sebagai upaya meningkatkan produksi pertanian terus digalakan melalu :
• Pembukaan lahan-lahan pertanian baru
• Mekanisasi pertanian
• Penggunaan pupuk-pupuk baru
• Mencari metode yang tepat untuk memberantas hama tanaman.

Di samping itu, usaha untuk menemukan varietas-varietas unggul yang sesuai dengan daerah tempat produksi hasil pertanian, penelitian juga diikuti dengan upaya pemulihan tanah, yaitu mulai dari pengolahan tanah, pemupukan pestisida, herbisida, dan fungisida.

C. Revolusi Biru
Belajar dari keberhasilan dan kegagalan Revolusi Hijau dan faktor lingkungan strategis saat ini, gerakan nasional Revolusi Biru harus dirumuskan dalam blue print pemerataan dan kelestarian lingkungan untuk pertumbuhan.

Visi dari gerakan Revolusi Biru adalah strategi pengembangan aquabisnis berbasis masyarakat dan berwa-wasan lingkungan, guna mempercepat pembangunan sektor kelautan dan perikanan. Blue print tersebut menempatkan keadilan sosial ekonomi dan kelestarian lingkungan sebagai prinsip-prinsip gerakan, karena di dalamnya termuat gagasan pemberdayaan, kemitraan, dan pembangunan berkelanjutan. Artinya, melalui prinsip-prinsip keadilan terserbut nelayan dan pembudidaya ikan menjadi target pemberdayaan, mengingat mereka adalah kelompok masyarakat miskin yang hampir tidak tersentuhkan oleh pembangunan.

Kemitraan adalah strategi untuk mengikat partisipasi nelayan tradisional dengan usaha swasta. Aspek lain dari kemitraan adalah bahwa Revolusi Biru tidak hanya berkutat dalam persoalan meningkatkan produksi. Aspek pengolahan dan penanganan pasca panen serta pemasaran produk harus pula diperhitungkan. Pengelolaannya dilaksanakan secara terintegrasi dan menyeluruh. Para nelayan dan pembudidaya ikan akan menitik beratkan pada kegiatan produksi, sedangkan swasta berfokus pada aspek penanganan pasca panen dan pemasaran.

Dalam gerakan Revolusi Biru, justru orientasinya adalah bagaimana menembus pasar internasional, sehingga fluktuasi harga di pasar internasional yang dijadikan orientasi bagi pengembangan produk-produknya. Menyadari hal tersebut pemberdayaan dan kemitraan harus mampu membentuk kesadaran dan melibatkan partisipasi aktif stekoholder tentang pentingnya pelestarian lingkungan pada proses ini, aspek otonomi daerah menjadi signifikan, yakni pengelolaan dan pelestarian lingkungan dan sumber daya manusianya harus melibatkan masyarakat pesisir, Baik dalam perencanaan dan pelaksanaan pelestarian itu.

Dan tantangan Revolusi Biru banyak ditentukan sejauh mana pemerintah dalam mendukung secara terencana dan menyeluruh Revolusi Biru tersebut.


DAFTAR PUSTAKA
1. Ade Rachmawati, J. B. Soesetiyo, Imam Hendarto, dan Genuk Christiastuti. “Pemicu Enam Revolusi Biru”
2. Badrika, I Wayan. “Sejarah Nasional Indonesia Dan Umum” Erlangga Jakarta 1991
3. M Fadli Hasan dan Muh Ramli Ayubar. “Dari Revolusi Hijau ke Revolusi Biru”
4. Supriatna, Nana. Drs, M.Ed. “Sejarah Nasional Indonesia dan Umum” Grafindo Media Pratama Jakarta 2002

Baca Selengkapnya...

Posting Terkini