Rabu, 24 September 2008

RUKUN QIYAS "Ilmu Fiqih"

Berdasarkan definisi rukun qiyas adalah, mempersamakan suatu hokum yang tidsak ada nashnya. Maka rukun qiyas ada empat macam:
1. al-ashal ( ) :sumber hokum yang berupa nash-nashyang menjelaskan
tentang hokum, atau wilayah tempat sumber hokum.kedua pengertian itu saling melengkapi.
2. al-far’ ( ) :sesuatu yang tidak ada ketentuan nashnya.
3. al –hukum( ) :hokum yang dipergunakan qiyas untuk memperluas hokum
dari ashal ke far’(cabang)
4. al-illat ( ): alas an serupa antara asal dan far’ (cabang).

PEMBAGIAN QIYAS
1) Qiyas illat
2) Qiyas jail
3) Qiyas kafi

Macam-macam qiyas
1) qiyas aulawi, yaitu tujuan penetapan yang menjadi illat hokum terwujud dalam kasus furu’lebih kuat dari illat hokum dalam hokum ashal.
2) Qiyas setara, yaitu sifat hokum yang dianggap sebagai illat dalam kasus hokum furu’ sama kuatnya dengan illat dalam hokum ashal.
3) Qiyas nasqis, dimana wujud illat dalam hokum furu’ kurang.

SYARAT-SYARAT ASAL
1) Hokum yang hendak dipindahkan jepada cabang masih ada pada pokok.
2) Hukum yang ada dalam pokok harus hokum syara atau hokum bahasa.
3) Hokum pokok tidak merupakan hokum tidak pengkecualian seperti syahnya uasa, orang lupa.

SYARAT-SYARAT CABANG
1) Hkum cabang tidak lebih dahulu adanya lebih dari pada hokum pokok.
2) Cabang tidak mempunyai ketentuan tersendiri.
3) Illat yang terdapat padacabang harus sama dengan illat yang terdapat pada pokok.
4) Hokum cabang harus sama dengan pokok.


SYRAT-SYRAT ILLAT
1. illat harus berlaku mana kala ada illat, tentu ada hokum akan tidak ada.
2. illat harus berupa sesuatu yang trang dan tertentu.
3. illat tidak berlawanan dengan nash
4. illat berpengaruh pada hokum .

CARA MENGETAHUI ILLAT
1. menetapkan illat dengan dalil-dalil naqli.
2. menetapkan illat dengan ijma’

melrtakan illat dengan penyelidikan dan penelitian

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TEMUKAN MAKALAH/ARTIKEL YANG ANDA CARI DI SINI:
Custom Search

Posting Terkini