Rabu, 24 September 2008

PRAKTIKUM DASAR-DASAR ILMU TANAH "makalah"

BAB I
PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Dalam ekosistem tanah keberadaan mikro fauna tidak saja menyumbangkan bahan – bahan tanah yang akan dirombak oleh jasad saprofop (pengurai) sehingga menambah kandungan zat organik tanah, tetapi juga membentuk agreasi tanah. Pada ekosistem tanah yang banyak dihuni oleh makro fauna tanah, struktur tanah menjadi gembur dan mempunyai porositas yang tinggi. Keadaan yang demikian akan menyebabkan mikro flora dan mikro fauna pendekomposer melimpah dan meningkat aktifitasnya sehingga akan meningkatkan kesuburan tanah.

Fauna pada ekosistem tanah terdiri atas makro fauna dan mikro fauna. Makro fauna tanah meliputi herbivore seperti Annelida (cacing tanah), molusca ( bekicot), crustacean (kepiting) Chilpoda (kelabang), Diplopoda (kaki seribu) dan Insecta (serangga). Serta tikus sedangkan mikro fauna meliputi protozoa dan rotifera.

2. Tujuan Praktikum
- Mengetahui jenis – jenis makro fauna yang terdapat pada ekosistem tanah
- Mengetahui hubungan makro fauna dengan kesuburan tanah


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Menurut buku yang berjudul “Ilmu Tanah” karya Prof. Dr. Ir. Sarwono Hardjowigeno, M.Sc

A. MAKROFAUNA
Hewan – hewan besar (makrofauna) penghuni tanah dapat dibedakan menjadi: Hewan–hewan besar pelubang tanah, hewan–hewan besar pelubang tanah seperti tikus, kelinci, kadang–kadang dapat memperbaiki tata udara tanah dan mengubah serta struktur tanah, tetapi hewan–hewan ini juga makan dan menghancurkan tanaman sehingga secara umum lebih mengganggu daripada menguntungkan. Cacing tanah, mengaduk tanah dan memperbaiki tata udara tanah sehingga infiltrasi air menjadi lebih baik, dan lebih mudah ditembus akar. Arthropoda dan Moluska, arthropoda dalam tanah digolongkan ke dalam beberapa famili yaitu: Crustacea (kepiting, lobster, crayfish – keduanya sejenis udang); Chilopoda (sejenis kelabang – centipede); Diplopoda (kaki seribu – milleped); Arachnida (labah–labah, kutu, kaljengking); Insek (belalang, jangkrik, lebah, kumbang, semut, rayap, lalat). Kepiting dan lobster membuat lubang–lubang pada tanah daerah tersebut dan memindahkan tanah–tanah bawah ke permukaan tanah. Jenis Arthropoda yang lain mempunyai makanan sisa tumbuhan yang membusuk dan membantu memperbaiki tata udara tanah dengan membuat lubang–lubang kecil pada tanah tersebut. Jenis moluska yang hidup di atas tanah yang terpenting adalah bekicot. Hewan ini makan sisa–sisa tanaman yang membusuk, dan juga makan tanman hidup.

B. MIKROFAUNA
Protozoa merupakan hewan bersel satu yang makan bakteri, sehingga dapat menghambat daur ulang (recycling) unsur–unsur hara, ataupun menghambat berbagai proses dalam tanah yang melibatkan bakteri. Nematoda adalah cacing yang sangat kecil (mikroskopik) seperti benang (nema = benang), tidak berbuku–buku.berdasarkan jenis makanannya nematode dibedakan menjadi: Omnivorous makan sisa–sisa bahan organik; Parasitik – merusak akar tanaman; dan Predaceous – makan hewan – hewan tanah.
BAB III
METODE PRAKTIKUM

a. Waktu dan Tempat
Kegiatan praktikum dilaksanakan pada pukul 09.00-11.10, hari 30 November 2007. Bertempat di Kebun Percobaan UIN Syarif Hidayatullah,Ciputat- Jakarta.
b. Alat dan Bahan
- Roll meter
- Ember
- Cangkul
- Botol Aqua
- Rinso
- Air
- Alkohol

c. Cara Kerja
- Membersihkan serasah penutup tanah pada 2 petakan yang akan diamati
- Membatasi petakan setiap satu meter persegi.
- Melarutkan rinso dalam satu ember air.
- Tuangkan air tersebut diatas permukaan tanah hingga jenuh air.
- Diamkan selama 15 menit.
- Mengumpulkan jenis–jenis makro dan mikro fauna yang ada dipetakan dari permukaan hingga kedalaman 10 cm.
- Menyimpan makro dan mikro fauna tersebut dalam botol aqua yang telah berisi alcohol.
- Amati jumlah biota tanah yang terdapat pada petakan.


BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Pengamatan



Makro Fauna Plot I Plot II
Cacing 5 -
Chilopoda 1 1
Semut 1 1
Gastrocopta sp 1 1
Kelabang 1 3
Porcellio - 3
Richinoda - 1

B. Pembahasan
Pada petakan tanah pertama, ditemukan Cacing jumlahnya 5 ekor, Chilopoda 1 ekor, , Semut 1 ekor, Gastrocopta sp 1 ekor, dan Kelabang 1 ekor. Sedangkan petakan tanah ke dua ditemukan Chilopoda 1 ekor, Semut 1 ekor, Gastrocopta sp 1 ekor, Kelabang 3 ekor, Porcellio 3 ekor, dan Richinoda 1 ekor.


BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

KESIMPULAN

Organisme yang hidup di dalam tanah ada yang bermanfaat, ada yang mengganggu, dan ada pula yang tidak bermanfaat tetapi juga tidak mengganggu. Beberapa jenis organisme yang mengganggu pertumbuhan tanaman antara lain tikus, nematode parasit, Pythium (penyeabab penyakit akar), Fusarium (penyakit layu pada buah–buahan dan sayur–mayur). Organisme yang bermanfaat antara lain cacing tanah, bakteri yang dapat mengubah CO (karbon monoksida) yang beracun menjadi CO2, atau mengikat N dari udara; algae dapat meningkatkan kadar bahan organik tanah dan mengikat N udara; Actinomycetes dapat menghasilkan antibiotic dan sebagainya. Semua makhluk hidup di dalam atau yang di atas tanah, hubungannya satu sama lain serta hubungannya dengan faktor lingkungannya, secara khusus dinyatakan sebagai suatu ekologi tanah.


DAFTAR PUSTAKA

- Hardjowigeno, Sarwono.2003. Ilmu Tanah. Akademika Pressindo.Jakarta
- Munsell Soil Color Chart


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TEMUKAN MAKALAH/ARTIKEL YANG ANDA CARI DI SINI:
Custom Search

Posting Terkini